Estimasi Transmisi HIV Dilihat dari Perilaku Seksual

Virus penyebab AIDS, HIV, bisa masuk ke tubuh manusia dengan berbagai macam cara. Dua yang tampaknya paling populer adalah lewat pemakaian jarum suntik secara bergantian dan melalui perilaku seksual tertentu. Ada perilaku seksual yang beresiko tinggi menjadi sarana transmisi HIV, ada yang tingkat resikonya sedang dan rendah. Berikut ini adalah daftar jenis-jenis perilaku seksual beserta estimasi resiko transmisi HIV bagi pelakunya.

1. Perilaku seksual yang lebih aman, hampir tidak ada resiko transmisi HIV, yaitu :
- Absen dari kontak seksual
- Hubungan monogami yang kedua pasangan tidak terinfeksi
- Masturbasi sendiri
- Menyentuh, memijat, memeluk dan menggosok
- Ciuman kering

2. Perilaku seksual dengan resiko transmisi HIV rendah, tapi nyata :
- Sanggama vaginal atau anal menggunakan kondom yang utuh secara benar
- Ciuman ala Perancis
- Fellatio (seks oral) tanpa ejakulasi di mulut
- Kontak alat kelamin tanpa penetrasi
- Kontak dengan urin (terutama dengan mulut, rektum atau luka di kulit)

3. Perilaku seksual tidak aman dengan resiko transmisi HIV sedang :
- Fellatio dengan ejakulasi di mulut
- Cunnilingus (seks oral, stimulasi vagina dengan mulut), terutama ketika menstruasi atau ada luka di mulut
- Berbagi peralatan atau mainan seks
- Permainan seks yang menyebabkan perdarahan

4. Perilaku seksual tidak aman dengan resiko transmisi HIV tinggi :
- Pasangan seksual yang berganti-ganti atau banyak
- Seks anal sebagai yang dipenetrasi tanpa perlindungan dengan pasangan terinfeksi
- Seks anal dengan penetrasi tangan tanpa perlindungan
- Penyemprotan (douching) anal dikombinasi dengan seks anal
- Kontak oral-anal
- Sanggama vaginal dengan pasangan terinfeksi tanpa kondom

Sumber :
Human Sexuality

Diterbitkan di: on 28 Januari 2008 at 1:38 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: ,

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://vitasexualis.wordpress.com/2008/01/28/estimasi-transmisi-hiv-dilihat-dari-perilaku-seksual/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment