Jangan Patahkan Apa yang Masih Mau Dipakai Lagi

Terjemahan bebas dari kutipan sebuah fanfiction (The Rascal, oleh Erestor) yang aslinya berbunyi, “Do not break anything off that you might wish to use again in future!” itu sengaja saya pakai buat judul tulisan ini. Soalnya adegan yang di dalamnya terdapat dialog tersebut merupakan satu ilustrasi (jenaka) tentang topik yang akan saya jabarkan di sini. Singkat saja, dalam adegan fanfiction itu dua (sebut saja) insan tengah bercinta sambil mengobrol. Ketika salah satu (si X) melontarkan kalimat yang mengejutkan, pasangannya (si Y) mengubah posisi tubuhnya dengan mendadak sehingga menyebabkan penisnya X nyaris patah. Ouch.

Anda barangkali mengerutkan kening membacanya. Penis patah? Ya, meskipun penis secara anatomi tidak ada tulangnya, tapi cedera yang secara medis biasa disebut penile fracture (patah penis) atau penile trauma itu bisa terjadi. Biasanya patah penis terjadi karena ada benturan keras ataupun penis tertekuk ketika ereksi sehingga menyebabkan putusnya selaput berserat tebal yang melindungi jaringan korpora kavernosum, yaitu pipa yang menggelembung saat ereksi. Gejala penis patah selain rasa sakit yang amat sangat adalah suara seperti letupan, penis langsung melembek dan hematoma di kulit. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala memar atau lebam di penis.

Lantas bagaimana penanganannya? Penanganan yang dilakukan tergantung tingkat keparahan cederanya, berkisar dari pembelatan dan diberi es batu (untuk kasus ringan) sampai operasi kalau kondisinya benar-benar gawat (dan operasi perbaikan ini yang biasanya dilakukan). Kebanyakan pria yang mengalami penis patah bisa sembuh dan berfungsi normal secara seksual. Meski demikian tingkat komplikasi bisa meningkat bila penderita terlambat ditolong atau malah (sok tahu) mencoba menangani sendiri. Komplikasi yang bisa terjadi antara lain disfungsi ereksi, penis bengkok permanen, membahayakan saluran kencing dan rasa sakit ketika berhubungan seksual.

Biasanya penis patah terjadi ketika sedang berhubungan seksual (di Barat) atau memanipulasi penis untuk menghilangkan ereksi (di Timur Tengah). Untuk posisi misionaris (standar), cedera ini bisa terjadi ketika sedang panas-panasnya menikmati seks dan menimpakan beban terlalu berat pada penis kala hendak mempenetrasi vagina. Sedangkan untuk posisi wanita di atas, resiko patah penis meningkat dan cedera umumnya terjadi karena penis menabrak panggul atau bagian perineum (salah sasaran, kira-kira begitu). Oleh karena itu, komunikasi dengan pasangan saat berhubungan seksual itu penting. Dan tentu saja, jangan grasa-grusu.

Sumber:
Our Sexuality
wikipedia
Why Do Men Have Nipples?

Diterbitkan di: on 26 Juni 2008 at 12:12 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: ,

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://vitasexualis.wordpress.com/2008/06/26/jangan-patahkan-apa-yang-masih-mau-dipakai-lagi/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment