Pengalaman seksual tidaklah melulu mengenai perilaku seksual yang melibatkan tubuh atau fisik. Beberapa bentuk pengalaman seksual dapat terjadi dalam pikiran seseorang, dengan atau tanpa disertai perilaku seksual. Mimpi seksual/erotis dan fantasi seksual adalah bentuk pengalaman seksual macam itu. Sebagai bentuk pengalaman seksual secara mental, mimpi seksual dan fantasi seksual memiliki beberapa perbedaan dan persamaan. Tulisan ini mencoba mengupas beberapa di antaranya.
Pada dasarnya, mimpi seksual dan fantasi seksual sama-sama merupakan pengalaman mental yang timbul dari imajinasi atau pengalaman hidup atau distimulasi oleh berbagai hal, seperti buku, film, lukisan, dan sebagainya. Baik mimpi seksual dan fantasi seksual memiliki variasi yang sangat luas dalam segi isi, apa saja dapat masuk ke dalamnya, mulai dari ekspresi seksualitas yang dianggap normal sampai yang paling tabu dan secara normatif menyimpang. Persamaan lainnya adalah mimpi seksual dan fantasi seksual dapat menjadi cara untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi dimensi pengalaman, perasaan dan gairah seseorang.
Mimpi seksual secara umum memiliki beberapa perbedaan dengan fantasi seksual. Waktu terjadinya saja sudah berlainan. Mimpi seksual dapat terjadi saat seseorang sedang tidur tanpa diarahkan oleh kesadaran orang itu, sedangkan fantasi seksual umumnya muncul ketika seseorang tengah melamun, melakukan masturbasi atau beraktivitas seksual dengan pasangan. Dapat dikatakan bahwa mimpi seksual lebih merupakan produk alam bawah sadar atau subsadar kita, sementara fantasi seksual adalah hasil alam sadar. Perbedaan lainnya adalah fantasi seksual biasanya menggairahkan secara erotis, terbentang dengan cara yang dapat diprediksi dan fantasi seksual mengikuti suatu jalan cerita yang tidak rumit. Di sisi lain, mimpi seksual kadang tidak menggairahkan secara erotis sama sekali, biasanya mengandung kejutan-kejutan, plot yang berliku dan jalan ceritanya bisa jadi cukup kompleks. Kebanyakan orang menciptakan fantasi seksual untuk merangsang dirinya, sementara mimpi seksual datang tanpa diundang dan dapat membikin si pemimpi terkaget-kaget sendiri.
Terkait dengan konflik atau problem dalam kehidupan seksual, mimpi seksual kita menceritakan sesuatu tentang seksualitas dan relasi seksual kita, dengan cara yang lebih jauh atau mendalam daripada fantasi. Mimpi seksual dapat menunjukkan saat kita dalam masalah, bagaimana masalah bisa terjadi pada kita dan cara untuk keluar dari sana, jika kita menggunakan dan memahami mimpi tersebut dengan tepat. Sementara itu, kita dapat mengidentifikasi konflik seksual kita dengan bertanya pada diri sendiri apakah suatu fantasi tertentu membuat kita terlepas dari rasa bersalah atau malu.
Nah, ada satu jenis fantasi seksual dan mimpi seksual spesifik yang dapat menunjukkan besar perbedaan antara keduanya, yaitu dipaksa berhubungan seksual dengan segala variasinya. Fantasi tentang hal tersebut dapat terasa menyenangkan, tapi mimpi dipaksa berhubungan seksual itu amat jarang, bahkan boleh dikatakan tidak pernah, menyenangkan. Pada kebanyakan kasus, mimpi seksual lebih kompleks dibanding fantasi seksual dalam hal mengeksplorasi dan mengukur eksistensi dan sebab dari konflik seksual dan emosional. Mimpi dipaksa berhubungan seksual sering menandakan konflik mendalam, rasa bersalah dan terkadang penyiksaan seksual. Dengan kata lain, Anda perlu lebih waspada jika mendapati diri Anda bermimpi dipaksa berhubungan seksual ketimbang kalau Anda sekadar berfantasi tentang itu.
Sumber:
Our Sexuality.
Sensual Dreaming.