Ikuti Hidung Anda

Saya sudah memaparkan mengenai aroma tubuh (pria) sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi ketertarikan seksual (wanita) dalam tulisan saya yang terdahulu. Intinya adalah aroma tubuh seseorang merupakan manifestasi eksternal sistem imunnya dan manusia (secara tidak disadari?) dapat mendeteksi kompatibilitas sistem imun orang lain dengan dirinya dari aroma tubuh. Manusia cenderung tertarik secara seksual kepada orang yang memiliki sistem imun yang kompatibel dengan dirinya. Nah, kalau Anda tertarik ingin melakukan uji mengendus aroma tubuh pasangan (atau calon pasangan) untuk mengetahui apa kira-kira Anda kompatibel dengan si dia, berikut ini ada beberapa langkah yang bisa diikuti. Sebelumnya, uji mengendus ini hanya dapat dilakukan bila Anda sedang tidak menggunakan pil KB.

1. Ciptakan satu hari bebas penipuan untuk lubang hidung Anda. Mintalah pasangan Anda mandi dengan sabun bebas pewangi dan mengenakan pakaian bersih dari katun sehari penuh, menjauh dari perokok dan orang-orang berparfum. Maksudnya adalah agar aroma alami tubuhnya tidak terkontaminasi. Pastikan Anda sedang tidak flu dan Anda sendiri sudah menghindari perokok selama beberapa hari.

2. Setelah si dia menghabiskan sehari semalam dalam pakaian katunnya, sebelum melayang ke keranjang pakaian kotor, ambil pakaiannya dan endus aromanya dalam-dalam. Jika bau pakaian si dia tidak Anda rasakan mengganggu, artinya Anda cocok dengannya. Lebih bagus lagi kalau Anda berpikir bahwa aromanya memikat atau seksi. Ketertarikan itu adalah cara alam untuk memberi tahu bahwa si dia adalah kontributor yang baik untuk susunan genetis keturunan Anda.

3. Apabila bau pasangan Anda mengingatkan Anda akan ayah atau saudara Anda, mungkin Anda perlu berkonsultasi ke dokter dan cari informasi tentang tes genetik sebelum mencoba punya anak. Katakan kepada dokter bahwa Anda ingin tahu apakah Anda dan pasangan memiliki profil MHC atau HLA (antigen leukosit manusia) yang dekat.

4. Ketidakcocokan genetik bukan satu-satunya alasan bau tubuh si dia terasa mengganggu. Coba Anda ingat-ingat, apa bau tubuhnya terasa luar biasa menyengat? Barangkali ada kondisi medis tertentu yang menjelaskan aroma itu. Anda bisa menyebutkan perkara bau badan itu ketika si dia menjalani tes kesehatan rutin. Aroma yang sangat manis kadang merupakan tanda diabetes atau skizoprenia (dua-duanya bisa diturunkan). Bicarakan masalah ini dengan si dia dan dokter Anda sebelum berupaya punya anak.

5. Periksa juga menu makanan pasangan Anda. Makanan yang berbumbu atau mengandung bawang putih yang banyak dapat menimbulkan bau badan yang kuat.

6. Kalau bau badan pasangan Anda masih juga terasa menyebalkan, jangan-jangan deterjen penyebabnya. Beberapa jenis deterjen bisa menimbulkan aroma yang mengganggu bila berbaur dengan bau alami tubuh. Coba minta si dia (atau Anda sendiri, kalau Anda yang mencuci pakaiannya) ganti deterjen.

Sumber: Psychology Today

Diterbitkan di:  on 28 Februari 2009 at 1:18 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Riwayat Seksual

Saya sebetulnya belum menemukan pengertian baku mengenai riwayat seksual, tapi dari istilah lain yang juga digunakan untuk menyebut riwayat seksual yaitu sejarah seksual, kita bisa menarik maknanya. Kata “sejarah” membawa implikasi tentang hal-hal di masa lalu. Dengan demikian, sejarah atau riwayat seksual dapat diartikan sebagai segala hal mengenai seksualitas seseorang di masa lalu (secara kronologis) yang boleh jadi mempengaruhi seksualitasnya saat ini dan di masa depan. Riwayat seksual bisa bersifat medis, yang Anda paparkan bila ditanya oleh dokter atau terapis. Selain itu, ada riwayat seksual yang ditulis untuk diri sendiri sebagai latihan, yang bentuknya lebih bebas.

Ada beberapa keuntungan menulis riwayat seksual jika Anda ingin mengembangkan seksualitas dan kehidupan seksual Anda, yaitu riwayat seksual memberi kesempatan Anda untuk merefleksikan pengalaman dari masa lalu sampai sekarang dan memikirkan pilihan yang sudah diambil beserta konsekuensinya, Anda bisa melihat kehidupan seksual Anda dari perspektif gambaran besarnya sehingga Anda dapat menemukan pola dan jalan yang biasanya tidak diperhatikan. Menulis riwayat seksual juga menawarkan kesempatan bagi Anda untuk mengidentifikasi hal yang Anda suka dan tidak suka, memahami daerah seksual Anda dengan cara baru, memperoleh rasa kontrol emosi dan psikologis terhadap sejarah seksual Anda dan bagaimana Anda mengalami kembali sisi positif-negatif pengalaman masa lalu, serta menjadikan Anda lebih dapat mengontrol perilaku seksual masa kini.

Bila Anda telah membaca sampai di sini dan mulai tertarik untuk menulis riwayat seksual Anda, barangkali Anda akan bertanya, apa saja yang bisa ditulis dalam riwayat seksual? Ingatlah bahwa sejarah terdiri lebih dari sekedar nama dan tanggal, jadi sejarah seksual pun tidak cuma berisi perilaku seksual yang pernah Anda lakukan, kapan dan dengan siapa. Apapun yang Anda kira terkait atau relevan dengan kehidupan seksual dan seksualitas Anda bisa dimasukkan ke dalam riwayat seksual. Kemudian, Anda tidak harus menjadi penulis yang paham gramatika untuk menulis riwayat seksual. Riwayat seksual adalah milik Anda pribadi dan seperti buku harian, Anda bisa menulisnya dengan cara apapun yang Anda suka, sepanjang tujuannya, yaitu membuat elemen dalam sejarah seksual menjadi eksplisit untuk diri Anda, tercapai. Tidak harus runut, bisa digambari, dibuat sebagai puisi, tergantung keinginan Anda. Yang jelas, riwayat tersebut mesti mampu mengkomunikasikan perkembangan seksual Anda pada Anda sendiri (dan pada pasangan, kalau Anda mau membagi riwayat seksual Anda dengan si dia). Sebagai tambahan, menulis riwayat seksual memang tidak selalu gampang, tetapi keuntungan yang bisa Anda peroleh sebanding dengan susahnya.

Supaya Anda tidak gamang dalam memulai penulisan riwayat seksual Anda, berikut ini ada beberapa poin yang dapat Anda tulis di dalamnya:

- Pendidikan seks, misalnya kapan Anda belajar tentang seks, dari siapa.
- Orang di sekitar Anda, bagaimana seksualitas Anda dipengaruhi oleh keluarga, teman, pahlawan Anda.
- Tonggak bersejarah seksualitas Anda, misalnya kapan Anda pertama kali berhubungan seksual, peristiwa apa yang menghasilkan penemuan seksual penting dalam hidup Anda.
- Kepuasan seksual, fluktuasinya dan elemen untuk mencapainya.
- Orientasi seksual, kepada siapa Anda tertarik, berhubungan secara romantis, mungkin ketidakyakinan tentang orientasi seksual Anda.
- Seks solo (maksudnya swalayan atau perilaku seksual yang dilakukan sendiri). Ini sering terlewatkan dalam sejarah seksual tradisional (medis).
- Pasangan seks, apa cara Anda bercinta berubah seiring waktu, pengalaman seksual favorit dan yang tidak disukai, pelajaran yang ditarik dari pasangan.
- Fantasi seksual, sejak kapan dimulai, gambaran fantasi Anda, fantasi yang dibawa ke alam nyata.
- Apa yang mempengaruhi seksualitas Anda, seperti budaya, agama, tempat tinggal.
- Gangguan seksual, gambarkan jika pernah dialami, penanganannya bagaimana, apakah menganggu kehidupan seksual Anda.
- Nilai tentang seks, Anda dibesarkan dengan nilai-nilai yang bagaimana tentang seks, apa ada konflik antara gairah dengan nilai.
- Trauma seksual, jika ini yang langsung terlintas di benak Anda ketika memulai riwayat seksual, ada baiknya Anda mencari dukungan sebelum mengeksplorasinya.
- Resiko seksual, apa Anda pernah melakukan aktivitas seksual beresiko dan mendapat konsekuensi negatifnya, atau baru mau rencana coba-coba.
- Identitas seksual, bagaimana Anda menggambarkan diri seksual Anda pada orang lain, termasuk siapa yang Anda inginkan sebagai pasangan seksual.
- Identitas jender, bagaimana Anda memandang diri sebagai maskulin, feminin atau yang lainnya.
- Penyesalan dan kehilangan, misalnya pasangan yang sudah tiada, aktivitas seksual yang tidak bisa dilakukan lagi, dan sebagainya.
- Perubahan seksual besar (menikah, contohnya).
- KB atau kontrasepsi.
- Rasa sakit ketika beraktivitas seksual.
- Tubuh seksual Anda.
- Perasaan Anda tentang seks.
- Jiwa seksual Anda, terkait dengan spiritualitas.

Selamat menulis.

Sumber:
about.com

Diterbitkan di:  on 18 Desember 2008 at 12:32 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Menghormati Orang Transeksual dan Transjender

Hormatilah orang lain kalau Anda ingin dihormati. Nasehat macam itu dan variasinya rasanya pasti sudah pernah Anda peroleh entah itu dari orang tua, guru, teman atau kolega. Pada umumnya kebanyakan manusia yang memiliki norma kesopanan mengerti bahwa kita mesti saling menghormati dan tahu bagaimana melakukannya. Namun, bagaimana bila di komunitas kita terdapat seorang (atau kelompok) transeksual atau transjender? Orang sering kesulitan atau canggung untuk bersikap biasa dan kerap orang memilih menghindar karena tak tahu bagaimana harus berhadapan dengan orang-orang seperti itu.

Ketimbang menghindar dan melewatkan kemungkinan bergaul dengan orang yang menyenangkan, di sini akan saya tuliskan ringkasan artikel informatif Alexander John Goodrum yang di dalamnya terdapat cara-cara bagaimana berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang yang perilaku jender dan identitas jendernya bervariasi. Siapa tahu di lingkungan Anda ada seorang transeksual atau transjender dan Anda bisa menggunakannya sebagai pedoman bergaul dengannya.

Saran-saran Goodrum adalah sebagai berikut:
- Merujuk seorang transeksual atau transjender dengan tepat itu penting. Jika dia memperkenalkan dirinya sebagai pria, rujuk dia sebagai seorang pria, begitu juga sebaliknya. Kalau Anda tidak yakin apakah dia ingin disebut sebagai pria atau wanita, tanyakan padanya dia ingin dipanggil apa. Sekali Anda tahu keinginannya, konsistenlah. Kalau Anda sesekali salah sebut, koreksilah. Kebanyakan orang transeksual dan transjender akan memahami dan menghargai usaha Anda.

- Jangan “membocorkan” bahwa dia seorang transeksual atau transjender pada orang lain tanpa izin. Jangan pula berasumsi bahwa orang-orang lain juga tahu bahwa dia seorang transeksual atau transjender. Banyak orang transeksual dan transjender yang bisa menjadi pria atau wanita tanpa orang lain tahu status jendernya kecuali diberi tahu oleh yang bersangkutan (misalnya seorang pria transeksual yang bisa berpenampilan dan berperilaku persis wanita). Sehingga keputusan untuk mengkomunikasikan status jender hanya dapat diputuskan oleh individu itu sendiri dan kita perlu menghormatinya.

- Jangan pernah bertanya pada seorang transeksual atau transjender tentang anatomi organ seks mereka dan bagaimana mereka berhubungan seksual. Tidak sesuai dengan akal sehat dan kesopanan.

- Jangan berasumsi tentang orientasi seksual orang transeksual atau transjender. Misalnya jangan berpikir bahwa setiap pria transeksual (yang menjadi wanita) adalah homoseksual. Kalau seorang transeksual atau transjender berpikir bahwa memberitahukan orientasi seksualnya pada Anda adalah tindakan tepat, ia akan melakukannya.

Untuk tips praktis berkomunikasi dengan orang transeksual dan transjender Anda bisa lihat di sini

Sumber:
Our Sexuality

Diterbitkan di:  on 24 Juli 2008 at 1:54 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Top 10 Faktor Resiko Penyakit Menular Seksual

Setiap perbuatan yang kita lakukan tentu mengandung resiko dalam tingkatan tertentu. Perilaku seksual tidak terkecuali. Salah satu resiko dari melakukan hubungan seksual adalah kemungkinan terjangkit PMS atau Penyakit Menular Seksual. Berikut ini akan dipaparkan sepuluh faktor resiko teratas yang berpengaruh pada peluang Anda terkena PMS.

1. Seks tanpa pelindung
Meski kondom tidak seratus persen melindungi Anda, ia tetap merupakan cara terbaik untuk menghindarkan Anda dari infeksi. Penggunaan kondom dapat menurunkan laju penularan PMS. Selain selibat, penggunaan kondom yang konsisten adalah proteksi terbaik terhadap PMS. Biasakanlah memakai kondom.

2. Berganti-ganti pasangan
Anda tidak perlu belajar matematika untuk mengetahui bahwa semakin banyak pasangan seksual Anda, kian besar kemungkinan Anda terekspos suatu PMS. Apalagi, orang yang suka berganti pasangan cenderung memilih pasangan yang suka berganti pasangan pula. Jadi, Anda tidak lepas dari pasangan-pasangannya pasangan Anda.

3. Mulai aktif secara seksual pada usia dini
Kaum muda lebih besar kemungkinannya untuk terkena PMS daripada orang yang lebih tua. Ada beberapa alasannya, yaitu wanita muda khususnya lebih rentan terhadap PMS karena tubuh mereka lebih kecil dan belum berkembang sempurna sehingga lebih mudah terinfeksi. Kaum muda juga tampaknya lebih jarang pakai kondom, terlibat perilaku seksual beresiko dan berganti-ganti pasangan.

4. Pengggunaan alkohol
Konsumsi alkohol dapat berpengaruh terhadap kesehatan seksual. Orang yang biasa minum alkohol bisa jadi kurang selektif memilih pasangan seksual dan menurunkan batasan. Alkohol dapat membuat seseorang sukar memakai kondom dengan benar maupun sulit meminta pasangannya menggunakan kondom.

5. Penyalahgunaan obat
Prinsipnya mirip dengan alkohol, orang yang berhubungan seksual di bawah pengaruh obat lebih besar kemungkinannya melakukan perilaku seksual beresiko/tanpa pelindung. Pemakaian obat terlarang juga memudahkan orang lain memaksa seseorang melakukan perilaku seksual yang dalam keadaan sadar tidak akan dilakukan. Penggunaan obat dengan jarum suntik diasosiasikan dengan peningkatan resiko penularan penyakit lewat darah, seperti hepatitis dan HIV, yang juga bisa ditransmisikan lewat seks.

6. Seks untuk uang/obat
Orang yang menjual seks untuk mendapatkan sesuatu posisi tawarnya rendah sehingga sulit baginya untuk menegosiasikan hubungan seksual yang aman. Kemudian, pasangan (pembeli jasa) memiliki resiko terinfeksi PMS yang lebih besar. Jadi, baik pembeli maupun penjual sama-sama dirugikan.

7. Hidup di masyarakat yang prevalensi PMS-nya tinggi
Ketika seseorang tinggal di tengah komunitas dengan prevalensi PMS yang tinggi, ketika berhubungan seksual (dengan orang di komunitas itu) ia lebih rentan terinfeksi PMS.

8. Monogami serial
Monogami serial adalah mengencani/menikahi satu orang saja pada suatu masa, tapi kalau diakumulasi jumlah orang yang dikencani/dinikahi juga banyak. Contoh gampangnya (yang juga banyak terjadi di masyarakat kita) adalah orang yang doyan kawin-cerai. Perilaku begini juga berbahaya, sebab orang yang mempraktekkan monogami serial berpikir bahwa mereka saat itu memiliki hubungan eksklusif sehingga akan tergoda untuk berhenti menggunakan pelindung ketika berhubungan seksual. Sebenarnya monogami memang efektif mencegah PMS, tapi hanya pada monogami jangka panjang yang kedua pasangan sudah dites kesehatan reproduksi.

9. Sudah terkena suatu PMS
Kalau Anda sudah pernah berkenalan langsung dengan suatu PMS (apalagi sering), Anda lebih rentan terinfeksi PMS jenis lainnya. Iritasi atau lepuh pada kulit yang terinfeksi dapat menjadi jalan masuk patogen lain untuk menginfeksi. Karena Anda sudah pernah terinfeksi sekali, bisa jadi ada faktor tertentu dalam gaya hidup Anda yang beresiko.

10. Cuma pakai pil KB untuk kontrasepsi
Kadang orang lebih menghindari kehamilan daripada PMS sehingga mereka memilih pil KB sebagai alat kontrasepsi utama. Karena sudah merasa terhindar dari kehamilan, mereka enggan memakai kondom. Ini bisa terjadi ketika orang tidak ingin menuduh pasangannya berpenyakit (sehingga perlu disuruh pakai kondom) atau memang tidak suka pakai kondom dan menjadikan pil KB sebagai alasan. Yang jelas, perlindungan ganda (pil KB dan kondom) adalah pilihan terbaik…meski tidak semua orang melakukannya.

Sumber:
about.com

Diterbitkan di:  on 6 Juni 2008 at 4:09 am Komentar (1)
Tags:

10 Hal yang Mengacaukan Kehidupan Seks Anda

Kehidupan seks yang indah dan memuaskan tentu merupakan impian sebagian besar dari kita. Namun, ada hal-hal yang kita lakukan, kadang tanpa sadar, yang justru memperkeruh situasi, menyulitkan dan memperburuk kehidupan seks kita. Berikut ini adalah daftar sepuluh di antaranya.

- Membandingkan diri dengan orang lain
Seksualitas itu sangat subjektif sehingga tidak dapat dibanding-bandingkan. Lagipula, orang acap kali berbohong tentang kehidupan seksnya (itupun kalau mereka mau membicarakannya). Fokuslah hanya pada diri Anda dan pasangan Anda, jangan pikirkan orang lain.

- Acuh terhadap tubuh
Percayalah, tidak ada manusia bertubuh sempurna. Berbagai citra tentang kecantikan dan keindahan yang kemudian menjadi standar pembanding dengan tubuh kita malah membuat kita kerap mengacuhkan tubuh kita sendiri. Bagaimanapun bentuk tubuh kita, seksualitas kita adalah bagian darinya. Tidak gampang memang, tapi belajar menghargai dan memanfaatkan apa yang kita punya bisa memperbaiki kehidupan seks.

- Hanya mendengar pendapat ahli
Seksualitas adalah sesuatu yang begitu pribadi dan unik, Andalah ahli utama dalam bidang seksualitas Anda. Jangan telan mentah-mentah apa yang para ahli katakan. Perhatikan dan rasakan bagaimana pengalaman Anda, baru dengarkan pendapat orang lain dan putuskan apakah memang pendapat itu tepat.

- Berhenti (atau malah tidak pernah) memperhatikan
Seksualitas bukan hanya tentang bertindak, melainkan juga kesadaran. Seksualitas kita berubah, berkembang, dan bertumbuh sepanjang kehidupan. Ketika kita berhenti memperhatikan pengalaman dan perasaan seksual kita, perkembangan itu tak tertangkap. Makin tua kita mestinya kian perhatian pada seksualitas kita, bukannya malah cuek.

- Bersikap serius
Seks itu kira-kira arena bermain buat orang dewasa. Memang ada unsur yang menuntut kedewasaan seperti punya anak, tapi seks bisa saja menjadi sekedar bersenang-senang. Kalau seks dibikin serius dan menjadi rutinitas, hilanglah pesona dan kekuatan seks dalam hidup.

- Percaya bahwa acuh itu indah
Kita memiliki keacuhan seksual dalam tingkatan tertentu. Keacuhan itu menempatkan kita pada posisi beresiko, seperti resiko terkena PMS, resiko hubungan seksual yang tidak menyenangkan, dsb. Kita perlu belajar lebih banyak tentang seks yang relevan bagi kita dari orang yang berkualifikasi mengajarnya,

- Menyamakan pendidikan seks dengan hiburan seks
Hiburan seks (film, toko aksesori seks, dll.) memang menjadi jalan menyenangkan untuk mengeksplorasi seksualitas, tapi hiburan seks berbeda dengan pendidikan atau terapi seks. Kalau Anda sudah punya kehidupan seks yang menyenangkan, tapi masih ingin lebih, hiburan seks bisa dipakai. Namun, bila Anda mengalami kesulitan atau macet dalam masalah seks, yang perlu Anda lakukan adalah menghubungi terapis, edukator atau konselor seks yang berkualifikasi.

- Picik dalam berpikir
Hubungan seks tidak cuma bisa dilakukan dengan satu macam cara saja. Tak terhingga jalan untuk mengekspresikan dan meningkatkan seksualitas yang bisa dijajal, tapi jangan melanggar prinsip dan mengaburkan batasan-batasan. Kreatiflah.

- Mengistimewakan seks

Seks bukanlah sesuatu yang sangat spesial atau eksklusif, ia terintegrasi dengan segala aspek kehidupan. Jika Anda hendak mengubah kehidupan seks Anda, ubah juga aspek-aspek lain dalam kehidupan Anda. Jangan pisahkan seks seolah ia sesuatu yang berdiri sendiri.

- Dipandu rasa takut
Seks itu menakutkan, sebagian karena kita tidak tahu banyak dan sebagian karena seks menuntut kita menyerahkan kontrol dan mengekspos diri kita. Mungkin karena itu banyak yang mundur duluan dan menutup diri. Kadang kala takut itu wajar, tapi takut tidak diperlukan bila Anda sudah menjalin hubungan berdasarkan kepercayaan.

Sumber:
about.com

Diterbitkan di:  on 21 Mei 2008 at 6:04 am Tinggalkan sebuah Komentar

Pria Sehat=Sperma Sehat

Hampir semua manusia berkeinginan untuk memiliki keturunan dari pasangannya, tapi tidak setiap pasangan beruntung memperoleh anugerah tersebut. Fertilitas kerap menjadi faktor penting dalam mencari pasangan dan membubarkan hubungan dengan pasangan. Tentu saja masalah kesuburan ini bukan hanya tanggung jawab kaum wanita, kaum pria pun ikut berperan di dalamnya. Secara umum, kesuburan seorang pria dapat dilihat dari kualitas sperma yang dihasilkannya. Untuk dapat memproduksi sperma yang berkualitas, seorang pria tentu mesti memiliki tubuh yang sehat dan dengan menjaga kesehatan reproduksi otomatis kesehatan tubuh keseluruhan juga terjaga. Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan reproduksi dan tubuh Anda.

- Jaga kondisi jantung. Menurut Harry Fisch, ahli dari Columbia, apa yang buruk untuk jantungmu, jelek juga bagi penismu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ereksi tergantung pada aliran darah dari jantung melalui pembuluh arteri. Nah, ketika aliran darah tersebut berkurang atau ada sumbatan, disfungsi ereksi dapat terjadi. Lakukan pemeriksaan fisik tahunan termasuk cek kondisi jantung dan kolesterol jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih.

- Tetap aktif. Kalau Anda ingin punya anak ketika Anda sudah berumur 30,40, atau bahkan 50-an tahun, Anda perlu aktif berkegiatan dan berolah raga karena itu akan meningkatkan kadar hormon testosteron Anda.

- Perhatikan berat badan. Ukuran perut dan pinggang yang besar sering menjadi pertanda penyakit jantung. Perut dan pinggang yang besar juga menimbulkan panas yang bisa sampai ke testis, menurunkan testosteron pada sperma. Makanlah menu yang seimbang, rendah lemak dan kalori.

- Konsumsi antioksidan. Minumlah vitamin C atau E karena dapat membantu memerangi radikal bebas yang berperan dalam kerusakan DNA pada sperma. Tapi tentu jangan berlebihan.

- Jangan merokok, minum alkohol berlebihan atau menyalahgunakan obat. Perilaku demikian meningkatkan kerusakan DNA pada sperma dan membahayakan jantung dan organ tubuh lainnya.

- Hindari mandi air panas dan jacuzzi. Itu dapat menurunkan jumlah sperma selama tiga sampai enam bulan.

- Hindari memangku laptop. Itu dapat meningkatkan temperatur skrotum, kurang baik untuk produksi sperma. Memakai celana dalam yang ketat dan berbagai perilaku lain yang intinya meningkatkan temperatur skrotum juga perlu dihindari.

- Berkonsultasilah ke urologis. Ini perlu jika Anda berumur 40 tahun ke atas, pernah terpapar bahan beracun atau sudah setahun menikah tapi belum punya anak.

- Minta varicoceles (pembuluh darah yang membesar atau rusak di testis atau vas deferens) dibuang. Varicoceles bisa muncul sejak remaja dan hampir 40% pria mandul memilikinya. Varicoceles dapat menahan aliran darah di skrotum sehingga merusak sperma dan pria jadi mandul.

Sumber:
Psychology Today Magazine, Sep/Okt 2007

Diterbitkan di:  on 5 Mei 2008 at 6:24 am Komentar (2)
Tags:

Bagaimana Mengatakan “Tidak”

Satu kata yang kerap sukar kita ucapkan adalah “tidak”, apalagi kalau yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Contoh yang umum, istri yang sulit menolak ajakan berhubungan seks dari suaminya. Banyak alasan yang membuat kita enggan bilang “tidak”, antara lain kekhawatiran akan menyakiti orang lain atau takut membuat orang marah. Pandangan demikian itu yang biasa membuat kita untuk asal setuju, padahal melakukan sesuatu (apalagi yang intim) yang tidak kita inginkan bisa membikin aktivitas itu terasa menyiksa dan tidak nyaman. Ujung-ujungnya, kita jadi punya perasaan negatif tentang seks. Intinya, belajar menolak itu perlu.

Berikut ini adalah strategi tiga langkah dalam mengatakan “tidak” yang bisa diaplikasikan tidak hanya dalam masalah seksualitas, tapi juga untuk hal-hal lain :

1. Ekspresikan apresiasi Anda tentang keinginan orang itu. Kalau perlu katakan penilaian Anda tentang dia.
Contoh : “Terima kasih sudah mengajak saya. Kamu baik sekali.”

2. Katakan “tidak” secara jelas dan tak dapat diganggu gugat.
Contoh : “Aku sedang tidak ingin bercinta.” (kebalikan lagunya Dewa yang norak itu, ini penilaian subjektif, lho)

3. Kalau diperlukan, tawarkan alternatif.
Contoh : “Tapi, aku mau, kok, memijat punggungmu.”

Satu tips lagi : jangan kirimkan pesan yang bercampur. Maksudnya, selaraskan antara bahasa verbal (yang Anda katakan) dengan bahasa nonverbal (bahasa tubuh, sikap, dsb). Kebanyakan pesan yang kita kirim tentang keinginan seksual kita dikirim secara nonverbal, sehingga kalau apa yang kita katakan kontradiktif dengan bahasa tubuh kita, pasangan jadi bingung maunya kita sebetulnya apa. Selanjutnya, dia bisa jadi tidak yakin (“Kenapa aku tidak bisa menebak kemauanmu ?” ) atau malah marah (“Kenapa, sih aku mesti main tebak-tebakan ?”). Contoh pesan bercampur ini adalah ketika kita sudah bilang tidak ingin berhubungan seks, tapi kemudian kita menyentuh pasangan secara intim. Pesan bercampur salah satu penyebabnya adalah rasa bersalah karena kita sudah bilang “tidak”.

Untuk menghindari mengirim pesan bercampur, cobalah untuk melihat apakah pesan verbal dan nonverbal yang kita kirim sudah konsisten. Tandanya kalau kita mengirim pesan bercampur adalah pasangan yang tampak bingung atau tak yakin. Kalau Anda telanjur mengirim pesan bercampur, segera putuskan apa yang sebenarnya Anda mau dan komunikasikan itu dengan jelas. Bagaimana kalau pasangan Anda yang mengirimkan pesan bercampur ? Dasarnya sama, tanyakan padanya sebetulnya apa yang dia inginkan dan nyatakan kebingungan Anda.

Asertiflah.

Sumber :
Our Sexuality

Diterbitkan di:  on 9 Februari 2008 at 5:36 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

10 Tips Meningkatkan Kepuasan Seksual Anda

Tidak perlu pakai basa-basi, langsung saja, inilah dia tips-tipsnya (dengan sedikit elaborasi) :

1. Ingatlah bahwa seks yang baik berawal sejak dari luar kamar tidur
Seks bukan aktivitas yang terisolir dari aspek kehidupan lainnya. Membangun gairah tidak hanya dilakukan ketika mendekati hubungan seks, tapi bisa dari beberapa saat sebelumnya. Tidak perlu memaksa harus romantis. Spontan saja, yang penting ada afeksinya.

2. Anda bertanggung jawab atas kepuasan sensual dan seksual Anda
Ketika Anda melakukannya, Anda seolah mengatakan pada pasangan Anda, “Aku cukup sayang padamu untuk membuatmu tak perlu menebak apa yang kumau dan apa yang membuatku bahagia.”

3. Ekspresikan perasaan dan kebutuhan Anda (seksual maupun tidak) agar bisa efektif
Berbicara tentang seks dengan pasangan menciptakan saling pengertian. Pembicaraan ini juga sebaiknya tidak sporadik, tapi berkelanjutan.

4. Jangan biarkan seks menjadi rutinitas
Perangi kebosanan ! Jadilah kreatif. Ciptakan variasi tempat, peran, waktu, posisi dan sebagainya.

5. Jangan takut menggunakan fantasi untuk meningkatkan kepuasan
Komunikasikan imajinasi Anda dengan pasangan dan lakukan. Fantasi adalah salah satu afrodisiak.

6. Jangan bawa amarah ke kamar tidur
Seks memang bisa digunakan untuk menyelesaikan argumen, tapi bila Anda menggunakan seks untuk balas dendam, Anda punya potensi masalah jangka panjang. Menggunakan amarah sebagai senjata seksual tidak bijak maupun efektif.

7. Bekerja keras dalam seks justru tidak bekerja
Ketika seks begitu berorientasi tujuan, spontanitasnya hilang. Kekhawatiran tentang buruknya performa Anda malah benar-benar bisa membuat performa Anda buruk.

8. Jangan menunggu saat in the mood
Kalau pasangan Anda sedang ingin dan Anda sedang tidak, cobalah turuti saja maunya dia. Siapa tahu Anda bisa terbawa suasana dan jadi menikmatinya.

9. Ingat, seks yang baik bukan sekedar “menekan tombol yang benar”
Saat orang sibuk dengan aspek mekanis dari seks dan meremehkan aspek emosionalnya, kepuasan seksual akan lebih sukar dicapai.

10. Berpikirlah realistis tentang harapan seksual Anda
Ini dunia nyata. Tak semua seks berasa dahsyat macam film Hollywood. Jangan terjebak harapan yang tidak realistis.

Sumber :
Human Sexuality

Diterbitkan di:  on 23 Januari 2008 at 6:16 am Komentar (4)
Tags:

Untuk Para Stripper, Tips Mendapatkan Tip

Maaf, tips berikut ini khusus bagi stripper wanita karena terakhir saya cek, hanya wanita yang dapat berovulasi, sementara tips ini terkait dengan jadwal ovulasi. Sebelum menyampaikan tips yang dimaksud, ada baiknya saya berkisah sedikit tentang latar belakangnya.

Bagaimana cara mengetahui kapan tepatnya seorang wanita memasuki masa ovulasi hanya dengan memandangnya ? Pertanyaan itu agaknya rada sukar dijawab karena manusia tidak menunjukkan ovulasi mereka secara terbuka dibandingkan dengan hewan. Baboon, misalnya, ketika masuk masa ovulasi bagian posterior tubuhnya menjadi merah jambu cerah. Namun, tanda-tanda ovulasi pada wanita menurut beberapa studi tetap dapat menyeruak. Sebagai contoh, secara tak sadar wanita berpakaian lebih provokatif dan pria menilai mereka jadi lebih cantik pada saat yang paling pas untuk dibuahi.

Sebuah penelitian dari University of New Mexico yang dilakukan oleh psikolog Geoffrey Miller, dkk. menunjukkan bahwa tanda-tanda ovulasi tersebut punya konsekuensi ekonomis. Penelitian tersebut dilakukan pada para stripper di klub khusus pria. Tercatat, para penari memperoleh $70 sejam sepanjang masa puncak kesuburan, dibandingkan hanya $35 saat sedang mens dan $50 pada masa di antaranya. Miller menghubungkan fluktuasi pendapatan dengan perubahan aroma tubuh, rasio pinggang-pinggul dan fitur wajah. Meskipun para penari dari sananya sudah bertingkah menggoda, Miller mengatakan ada perubahan kecil perilaku ketika mereka sedang ovulasi, seperti cara bicara, bergerak ketika memikat penonton untuk membeli tarian dan bagaimana mereka menari. Sebagai tambahan, stripper yang menggunakan pil KB berpenghasilan lebih sedikit daripada rekan-rekan mereka yang tidak menggunakan pil KB. Penjelasan yang mungkin adalah pil KB menghasilkan hormon yang menciptakan tanda kehamilan awal sehingga membuat wanita jadi kurang menarik untuk dikejar.

Jadi, tips yang bisa diambil dengan berdasarkan pada hasil penelitian tersebut adalah usahakan mendapat jadwal tampil yang lebih banyak pada masa tepat sebelum ovulasi. Dan jangan memakai pil KB (ini tidak berlaku kalau Anda juga berprofesi ganda sebagai penyedia layanan seks).

Tips berikutnya untuk meningkatkan penghasilan sebagai stripper adalah milikilah simpanan pakaian yang banyak. Makin banyak aitem dan pernak-pernik yang tersedia untuk dilucuti, makin terpikat audiens. Benda-benda yang menjadi objek fetish bisa dipergunakan, misalnya sepatu hak tinggi. Jika kreatif, barang sehari-hari pun dapat dimanfaatkan. Tali, contohnya. Terakhir, rahasia penampilan seorang stripper yang baik adalah kemampuan untuk mempertahankan ilusi kontak mata yang berujung pada uang tip yang besar dari penonton.

Sumber :
Psychology Today Magazine, Sep/Oct 2007
Sexualia

Diterbitkan di:  on 7 Januari 2008 at 2:54 pm Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: