Homofobia, Apakah Itu ?

Homoseksualitas belakangan ini tampaknya sudah bukan merupakan isu yang tabu dibicarakan secara terbuka. Namun, mungkin belum semua orang mengetahui secara persis apa yang disebut dengan homofobia, suatu fenomena yang masih akan langgeng selama belum ada toleransi akan perbedaan orientasi seksual di antara manusia. Homofobia berasal dari kata “homos” (sama) dan “phobos” (takut). Beberapa istilah yang kurang lebih mengandung konsep yang sama adalah homoerotofobia, homonegativisme, antihomo, dan heteroseksisme.

Istilah homofobia yang dicetuskan oleh psikolog klinis George Weinberg pertama kali digunakan di majalah Time tahun 1969. Homofobia itu sendiri pada dasarnya adalah ketakutan atau kebencian pada homoseks dan homoseksualitas. Dalam prakteknya, homofobia diwujudkan antara lain dalam perasaan lain, seperti menghindar, ketidaksetujuan, diskriminasi, penghinaan atau pencelaan kaum homoseks, gaya hidup mereka, perilaku seks mereka, atau kulturnya dan sering dipakai untuk menekankan fanatisme. Oposisi terhadap seks sesama jenis dalam bidang politik, agama atau moral juga sering dilabel sebagai homofobia. Homofobia bergerak dari sikap dan perilaku seperti menghindari menyebutkan keterlibatan teman dengan organisasi homoseksual dan merasa jijik pada pertunjukan afeksi antara pria dan wanita homoseks di depan umum sampai manifestasi terburuknya yang berupa pemukulan dan pembunuhan kaum homoseks.

Homofobia paling sering dikaitkan dengan kekerasan terhadap kaum homoseks (dan biseksual, bahkan kadang-kadang juga transeksual) yang dilakukan oleh kaum heteroseks. Beraneka macam tindakan kekerasan, diskriminasi dan penghujatan terhadap kaum homoseks dianggap merupakan manifestasi homofobia. Fenomena ini muncul di berbagai belahan dunia dan ternyata bukan merupakan sesuatu yang baru. Di banyak negara Eropa, pelaku seks sejenis kerap dihukum dengan beragam jenis siksaan yang hampir di luar batas kemanusiaan. Perancis, Inggris, Jerman, Afganistan, Swiss dan Kekaisaran Romawi pernah memberlakukan hukuman mati terhadap aktivitas homoseksual. Sedangkan negara-negara yang sampai hari ini melakukannya adalah Iran, Mauritania, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Sudan, Uni Emirat Arab dan Yaman. Di Amerika Serikat, pada tahun 2004 FBI mencatat tindak kriminal berdasarkan orientasi seksual sebesar 15,6 %. Ketertarikan seksual pada anggota dari jenis kelamin yang sama selalu ada sejak adanya manusia. Namun, dalam tradisi Yahudi-Kristen dan Islam, aktivitas homoseksual selalu dikecam. Sampai pertengahan abad ke-20, barulah banyak negara yang melegalkan perilaku homoseksual antar pria. Bagaimanapun, legislasi tidak melenyapkan prasangka orang-orang.

Homofobia biasanya dikaitkan dengan homoseksualitas pria. Dua pria yang tampak intim lebih mudah mengundang bisik-bisik sumir ketimbang dua wanita dengan tingkat keintiman yang sama. Disinyalir orang-orang yang homofobik justru memiliki gairah homoseks, tetapi mereka tidak menyadarinya atau malah menekannya. Orang-orang homofobik merasa bersalah karena memiliki gairah homoseks, sehingga ketika ditempatkan pada situasi yang mengingatkan mereka pada “gairah terlarang” tersebut, mereka bereaksi dengan kemarahan dan panik.

Jarang didapati kasus homofobia yang didiagnosis secara medis. Homofobia juga tidak termasuk dalam DSM IV (panduan diagnosis gangguan jiwa). Ada seorang ahli bernama Bumni Olatunji yang berpendapat bahwa homofobia mengandung permusuhan antihomoseksual dan sikap berprasangka yang lebih mirip dengan rasisme ketimbang fobia.
Dari berbagai sumber.

___

Topik ini menurut saya adalah sesuatu yang menarik karena mencakup perspektif mengenai homoseksualitas dari kacamata orang heteroseksual. Jika ada di antara Anda yang berminat meneliti mengenai topik ini dan membutuhkan alat ukur berupa skala homofobia, klik di sini

Published in: on 1 Januari 2008 at 9:35 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/01/01/homofobia-apakah-itu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: