Flooding

Saya suka membaca Catatan Pinggir-nya Goenawan Muhammad yang biasa dimuat di halaman terakhir Majalah Tempo lantaran isinya kerap memberikan “pencerahan” sekaligus membongkar berbagai common sense yang sudah terlalu mengakar di benak kita sampai kita menerimanya begitu saja. Yah, meski kadang saya tidak betul-betul paham isinya, tapi minimal ada satu-dua ide yang menyangkut di otak saya. Salah satunya adalah bahwa pornografi itu sebetulnya membosankan.

Dibilang begitu, sebab dalam pornografi yang terlibat hanyalah organ-organ seks manusia dengan mekanisme yang seragam, sehingga menimbulkan variasi yang terbatas. Dalam pornografi, semuanya adalah tentang vulgaritas, ekshibisi, ekpsloitasi, komoditisasi seksualitas manusia, tanpa melibatkan emosi, karakter dan dinamika manusia pelakunya. Maka dari itu, kalau orang menonton film porno, rasa deg-degan cuma terasa kalau menonton sekali-dua atau jarang-jarang. Menurut beliau, jika dalam sehari dicekoki dengan film porno belaka, yang timbul malah bosan (dan bagi kebanyakan orang yang sensitif, mungkin sampai perlu menyediakan ember).

Nah, ide yang agak ekstrem muncul di kepala saya. Bagaimana bila fenomena di atas dipakai sebagai dasar melakukan treatment (atau tindakan preventif) agar orang mau menjauhi pornografi dengan kemauannya sendiri ? Caranya, ya dengan dijejali segebung materi porno. Kalau dalam psikologi, teknik modifikasi perilaku ini rasanya disebut flooding, yang artinya membanjiri seseorang dengan stimulus tertentu. Orang dibikin kewalahan menghadapi gempuran stimulus yang overload sampai stimulus tersebut sudah tidak lagi menghasilkan ketertarikan, lantaran sudah kadung diasosiasikan dengan rasa muak dan jenuh. Tentu saja cara ini tidak bisa diberlakukan pada setiap orang dan saya juga tidak yakin apakah kode etik mengizinkan, makanya saya bilang ekstrem. Dan saya sendiri merasa riskan dengan cara seperti ini, karena kalau gagal malah bisa mengubah ambang batas toleransi terhadap pornografi. Dan saya rasa masih banyak efek lainnya, yang membuat saya tidak berniat untuk mencoba menerapkannya langsung.

Tapi, orang boleh sekadar punya ide, kan ?

Published in: on 16 Januari 2008 at 5:18 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/01/16/flooding/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: