Mengintip Lady Godiva

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan kata-kata klise pembuka dongeng, pada zaman dahulu kala di negeri yang jauh. Namun, saya kebetulan tahu informasi yang cukup akurat. Jadi kita mulai sajalah dengan pada abad kesebelas di Inggris, tepatnya di sebuah daerah bernama Coventry, hiduplah seorang bangsawati Anglo-Saxon bernama Lady Godiva (1040-1080). Godiva, versi lainnya adalah Godgifu atau Godgyfu, berarti berkah dari Tuhan. Lady Godiva adalah istri dari Leofric, Earl of Mercia, salah satu tuan tanah yang berkuasa memerintah Inggris di bawah Raja Denmark, Canute.

Salah satu tugas Leofric adalah mengurus masalah finansial dan pembangunan kota Coventry. Untuk mengembangkan kotanya, tentu saja dibutuhkan dana dan oleh sebab itu Leofric menetapkan berbagai pajak untuk orang-orang Coventry (termasuk konon pajak yang konyol seperti denda karena kuda seseorang buang kotoran sembarangan dan pajak atas lukisan). Lady Godiva antara kasihan dengan penderitaan rakyat Coventry dan jengkel karena pajak membuat mereka tidak dapat mengembangkan kehidupan yang berkesenian, meminta pada Leofric agar pajak diturunkan. Leofric setuju dengan syarat : istrinya harus menunggang kuda di tengah hari pasaran di Coventry tanpa busana.

Lady Godiva setuju dan pada saat yang telah ditentukan (Kamis bulan Agustus) dengan kuda putihnya dia berkendara siang hari bolong di Coventry, bertelanjang penuh. Setelahnya, Leofric meniadakan seluruh pajak untuk Coventry kecuali pajak kuda.

Kemudian, pada sekitar abad ketujuh belas, muncul tambahan pada legenda ini. Dikisahkan, semua penduduk Coventry sudah diberi tahu bahwa sang Lady akan melintas dan sebagai penghormatan mereka masuk ke rumah dan menutup jendela. Semua, kecuali seorang penjahit yang bernama Tom. Tom membuat lubang untuk mengintip ketika Lady Godiva lewat (digambarkan tubuhnya tertutup oleh rambut pirang panjangnya) dan seketika jadi buta. Tambahan tersebut ditengarai merupakan kreasi orang-orang gereja Kristen yang menganggap memandang tubuh telanjang wanita akan dibalas dengan neraka.

Dari situlah istilah peeping tom bagi para tukang intip muncul, beserta istilah sindrom Lady Godiva bagi orang yang suka memamerkan anggota tubuh telanjangnya pada orang lain.

Moral of the story : mengintip bisa bikin Anda celaka. Kalau di Inggris ada Tom yang katanya jadi buta, di Indonesia orang bisa bintitan kalau nekat mengintai (dan oleh sebab itu saya sengaja tidak mempublikasikan lukisan Lady Godiva yang saya miliki).

Sumber :
Dari berbagai sumber

Published in: on 4 Februari 2008 at 4:57 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/02/04/mengintip-lady-godiva/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: