Bagaimana Mengatakan “Tidak”

Satu kata yang kerap sukar kita ucapkan adalah “tidak”, apalagi kalau yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Contoh yang umum, istri yang sulit menolak ajakan berhubungan seks dari suaminya. Banyak alasan yang membuat kita enggan bilang “tidak”, antara lain kekhawatiran akan menyakiti orang lain atau takut membuat orang marah. Pandangan demikian itu yang biasa membuat kita untuk asal setuju, padahal melakukan sesuatu (apalagi yang intim) yang tidak kita inginkan bisa membikin aktivitas itu terasa menyiksa dan tidak nyaman. Ujung-ujungnya, kita jadi punya perasaan negatif tentang seks. Intinya, belajar menolak itu perlu.

Berikut ini adalah strategi tiga langkah dalam mengatakan “tidak” yang bisa diaplikasikan tidak hanya dalam masalah seksualitas, tapi juga untuk hal-hal lain :

1. Ekspresikan apresiasi Anda tentang keinginan orang itu. Kalau perlu katakan penilaian Anda tentang dia.
Contoh : “Terima kasih sudah mengajak saya. Kamu baik sekali.”

2. Katakan “tidak” secara jelas dan tak dapat diganggu gugat.
Contoh : “Aku sedang tidak ingin bercinta.” (kebalikan lagunya Dewa yang norak itu, ini penilaian subjektif, lho)

3. Kalau diperlukan, tawarkan alternatif.
Contoh : “Tapi, aku mau, kok, memijat punggungmu.”

Satu tips lagi : jangan kirimkan pesan yang bercampur. Maksudnya, selaraskan antara bahasa verbal (yang Anda katakan) dengan bahasa nonverbal (bahasa tubuh, sikap, dsb). Kebanyakan pesan yang kita kirim tentang keinginan seksual kita dikirim secara nonverbal, sehingga kalau apa yang kita katakan kontradiktif dengan bahasa tubuh kita, pasangan jadi bingung maunya kita sebetulnya apa. Selanjutnya, dia bisa jadi tidak yakin (“Kenapa aku tidak bisa menebak kemauanmu ?” ) atau malah marah (“Kenapa, sih aku mesti main tebak-tebakan ?”). Contoh pesan bercampur ini adalah ketika kita sudah bilang tidak ingin berhubungan seks, tapi kemudian kita menyentuh pasangan secara intim. Pesan bercampur salah satu penyebabnya adalah rasa bersalah karena kita sudah bilang “tidak”.

Untuk menghindari mengirim pesan bercampur, cobalah untuk melihat apakah pesan verbal dan nonverbal yang kita kirim sudah konsisten. Tandanya kalau kita mengirim pesan bercampur adalah pasangan yang tampak bingung atau tak yakin. Kalau Anda telanjur mengirim pesan bercampur, segera putuskan apa yang sebenarnya Anda mau dan komunikasikan itu dengan jelas. Bagaimana kalau pasangan Anda yang mengirimkan pesan bercampur ? Dasarnya sama, tanyakan padanya sebetulnya apa yang dia inginkan dan nyatakan kebingungan Anda.

Asertiflah.

Sumber :
Our Sexuality

Published in: on 9 Februari 2008 at 5:36 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/02/09/bagaimana-mengatakan-tidak/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: