Kontinum Orientasi Seksual

Kepada orang dengan jenis kelamin apakah Anda memiliki ketertarikan secara seksual ? Jawaban Anda atas pertanyaan tersebut menunjukkan orientasi seksual Anda. Ada tiga kategori dalam orientasi seksual, yaitu homoseksualitas, heteroseksualitas dan biseksualitas. Anda berorientasi homoseksual bila Anda tertarik pada orang yang jenis kelaminnya sama dengan Anda, sebaliknya orientasi heteroseksual merupakan ketertarikan pada orang dengan jenis kelamin yang berbeda dari Anda. Sementara biseksualitas mengarah pada ketertarikan baik dengan orang yang jenis kelaminnya sama, maupun berbeda.

Umumnya, kita cenderung berpikir bahwa ada batas yang jelas antara homoseksualitas dan heteroseksualitas. Kalau seseorang mengaku bahwa dia homoseksual, kita percaya bahwa dia tidak akan bisa naksir lawan jenisnya. Namun, sebetulnya orientasi seksual bukanlah dikotomi seperti kutub utara-selatan atau hitam-putih. Memang ada sekelompok kecil orang yang mengaku seratus persen homoseksual, begitu juga mayoritas orang berpikir bahwa dirinya murni heteroseksual. Orang-orang seperti itu mewakili sisi-sisi paling berlawanan dari spektrum orientasi seksual. Ada pula individu yang berada di antara kedua ujung spektrum tersebut, yang orientasi dan pengalamannya bercampur dan bisa berubah seiring waktu, sehingga orientasi seksual tidak dapat ditentukan pada satu waktu tertentu, tetapi mesti mengamati polanya sepanjang hidup.

Dari hasil analisisnya pada subjek orang Amerika, seksolog Alfred Kinsey merumuskan suatu kontinum orientasi seksual yang terdiri dari tujuh titik sebagai berikut :

0 : Heteroseksual eksklusif, tidak homoseksual
1 : Kecenderungan heteroseksual, sesekali homoseksual
2 : Kecenderungan heteroseksual, lebih dari sesekali homoseksual
3 : Heteroseksual dan homoseksual seimbang
4 : Kecenderungan homoseksual, lebih dari sesekali heteroseksual
5 : Kecenderungan homoseksual, sesekali heteroseksual
6 : Homoseksual eksklusif, tidak heteroseksual

Menurut penelitian, ada variasi pola di mana pria dan wanita berkedudukan dalam skala Kinsey di atas. Pria, baik homoseksual maupun heteroseksual, cenderung berada di ujung skala (lebih eksklusif), sedangkan wanita juga berada di ujung skala, tapi kemungkinan untuk berada di antara kategori 2 sampai 5 lebih besar dari pria.

Adanya skala di atas saya kira dapat membantu orang untuk dapat memahami orientasi seksualnya dan tidak bingung atau panik jika sesekali menyimpang dari orientasi yang dominan, sebab orientasi seksual memang tidak kaku terkotak-kotak. Jika Anda seorang heteroseks dan suatu kali terbayang fantasi homoseksual, misalnya, ini tidak secara otomatis menjadikan Anda seorang homoseks, melainkan menunjukkan bahwa Anda bukan heteroseksual murni seperti yang Anda kira sebelumnya.

Sumber :
Our Sexuality

Published in: on 5 Maret 2008 at 9:58 am  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/03/05/kontinum-orientasi-seksual/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang itu adalah homoseksualitas?baik itu gay maupun lesbi. karena banyak orang yang mengaku bahwa dia adalah normal, tapi sering ketahuan oleh aku secara tersembunyi bahwa dia adalah homoseks.mungkin dia merasa malu makanya dia mengaku normal.dari mananya kita mengetahui bahwa dia adalah seorang gay ataupun lesbi?karena aku trauma dengan pengalamanku.pernah ada orang yang ngaku bahwa dia adalah normal, tapi pas sewaktu kami tidur bersama di rumahnya, dia ngerjain aku secara diam-diam. dan memang dibuatnya aku sampai ejakulasi. karena alat kelaminku di hisapnya. aku pura-pura aja bermimpi. karena aku takut, kalo aku bangun dan marah sama dia, dia akan sangat merasa malu dan aku takut dia sampai bunuh diri.makanya sampe sekarang aku pura-pura gak tau. tapi setelah itu, aku selalu menghindar dari dia dan gak mau lagi tidur sama dengan dia.

  2. Kecuali dia coming out atau terang-terangan menyatakan preferensinya, kayaknya yang tahu cuma dia dan Tuhan, deh. Barangkali kalau orang itu konsultasi ke psikolog bisa diperkirakan dia berada di titik mana dalam kontinum. Soal pengalaman itu, saya cuma bisa spekulasi, mungkin orang yang Anda maksud itu termasuk closeted homosexual atau masih mencoba menentukan preferensi seksualnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: