Erotika dan Pornografi, Samakah?

Ayu Utami dalam kolom bahasanya di Majalah Tempo pernah menulis tentang RUU Antipornografi yang ternyata mengandung banyak kekeliruan bahasa. Salah satu hal yang menurutnya keliru itu adalah tim penyusun RUU tersebut menyamakan erotika dengan kecabulan (dalam pornografi) yaitu sama-sama melanggar kesopanan dan/atau kesusilaan. Ayu berargumen, dalam bahasa Indonesia, erotika memiliki makna netral, yakni karya yang berkenaan dengan kebirahian, tanpa diartikan melanggar kesopanan sehingga tidak bisa dipukul rata dengan kecabulan (pornografi).

Itu hanya satu contoh betapa masih banyak orang yang tidak merasa perlu membedakan antara erotika dengan pornografi, padahal dua kata tersebut memiliki definisi dan konsep yang berbeda. Mari kita cermati, pornografi berasal dari bahasa Yunani “pornographia” yang bisa diurai menjadi “porne” (pelacuran), “grapho” (merekam atau mencatat) dan akhiran “-ia” (dalam kondisi, tempat untuk) sehingga dapat diartikan sebagai tempat untuk mencatat pelacuran. Kata tersebut memiliki berkonotasi dominasi terhadap wanita. Sedangkan erotika berasal dari kata “eros”, bermakna cinta yang bergairah. Tidak ada konotasi semacam itu.

Bagaimana dengan definisi dan konsepnya? Pornografi diartikan sebagai pelukisan materi seksual secara eksplisit, baik berupa audio, visual maupun tertulis, yang digunakan untuk membangkitkan gairah seksual audiensnya. Secara objektif, pornografi adalah penggambaran detil tentang adegan seksual eksplisit yang sering dinilai eksploitatif dan merendahkan (wanita). Pornografi cenderung memperkuat mitos bahwa perkosaan dan serangan seksual adalah perilaku yang tepat (dan beberapa mitos lain yang tidak dibahas di sini).

Erotika berbeda dari pornografi, terlepas dari eksplisitas materinya. Erotika didefinisikan sebagai penggambaran seksualitas yang mengandung mutualitas, saling menghormati, kasih sayang dan keseimbangan kekuasaan. Erotika merujuk pada karya seni, termasuk literatur, fotografi, film, patung dan lukisan yang kandungan utamanya adalah deskripsi yang menstimulasi secara erotis atau menggairahkan, tapi murni untuk tujuan artistik. Erotika merupakan kata modern yang dipakai untuk mendeskripsikan penggambaran anatomi manusia dan seksualitas dengan aspirasi seni untuk membedakan karya tersebut dari pornografi komersial. Erotika lebih realistis dan tidak merendahkan jenis kelamin manapun. Yang menarik, ketika wanita zaman sekarang makin terlibat dalam produksi materi seksual eksplisit, erotika menjadi lebih dominan dibanding pornografi.

Satu karakter lain yang penting dalam membedakan pornografi dengan erotika adalah ketahanan terhadap waktu. Karya-karya yang termasuk erotika, seperti Kama Sutra, novel Lady Chatterley’s Lover, dsb. tak lekang dimakan zaman, senantiasa dinilai sebagai karya seni nan artistik dan dikenang orang. Sedangkan pornografi niscaya lekas dilupakan begitu muncul keluaran terbaru. Secara singkat, seorang penulis menyimpulkan bahwa erotika menguatkan kehidupan, sementara pornografi meniadakan kehidupan.

Memang tidak selalu gampang menilai apakah suatu karya termasuk dalam erotika atau pornografi. Relativitas yang terkait dengan subjektivitas manusia sering bermain di area abu-abu ini. Barangkali karena itulah muncul pameo yang kalau tak salah berbunyi begini: pornografi bagi satu orang, bisa jadi erotika buat orang lain dan erotika menurut satu orang, bisa bikin orang lain keluar isi perutnya (muak).

Sumber:
Dari berbagai sumber.

Published in: on 15 Maret 2008 at 7:01 am  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/03/15/erotika-dan-pornografi-samakah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. salam hangat

  2. Salam hangat kembali.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: