Tinjauan Buku “Sejarah Homoseksualitas”

Judul buku ini menarik perhatian saya lantaran pada waktu saya melihatnya saya tengah berada pada era keingintahuan yang cukup besar terhadap homoseksualitas. Maka dari itu, ketika seorang teman memberi rekomendasi untuk membaca buku ini, saya pun membelinya. Buku ini masih ada di rak saya (meski agak berdebu) sampai saat ini dan di sini saya ingin membagi kesan saya membaca buku ini, kalau tidak mau dibilang tinjauan subjektif.

Sejarah Homoseksualitas ditulis oleh Colin Spencer, aslinya berbahasa Perancis. Di bagian kata pengantar, Spencer menyatakan bahwa dia pernah ”terantuk” oleh sikap homofobia. Ia tidak pernah betul-betul memahami alasan adanya homofobia ini. Ia juga mempertanyakan mengapa ada masyarakat tertentu yang lebih bisa memaafkan homoseksualitas dibandingkan masyarakat lainnya dan mengapa begitu banyak masyarakat yang menganggap perlu untuk menindas, menghukum, menyergah atau malah membunuh para lelaki (dan perempuan ?) yang memanifestasikan cara yang dipilihnya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang ia coba jawab dalam bukunya. Berhasil atau tidaknya, pembaca sendiri yang bisa menentukan.

Buku ini memuat studi panjang Spencer secara kronologis dalam empat belas bab yang terentang dari zaman primitif sampai abad 20. Spencer menyadari bahwa seksualitas manusia tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarah, sehingga dia menulis tentang bagaimana fenomena homoseksualitas dapat muncul dan berkembang di suatu masyarakat, lengkap dengan situasi sosial-budaya masyarakat tersebut. Dari situ pembaca dibawa untuk memahami bahwa homoseksualitas bukanlah sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, hanya pencetus, praktek dan reaksi masyarakat saja yang berbeda-beda. Spencer di sini tidak bermaksud untuk mengarahkan pembacanya menjadi prohomoseksualitas, ia hanya menawarkan penjelasan secara historis.

Saya nilai apa yang dibahas buku ini cukup lengkap dan luas. Meski cenderung lebih banyak membahas masyarakat Eropa (Barat), tapi ada beberapa bagian yang memaparkan tentang dunia Islam dan homoseksualitas di Asia serta Timur Tengah. Namun, jujur saja, saya butuh waktu lama untuk mencerna buku ini. Barangkali karena saya yang terlalu bodoh, bahasanya yang “sulit” atau terjemahannya yang kaku, saya tidak tahu pasti. Yang jelas, buku ini dapat menjadi rujukan yang baik bagi Anda yang tertarik pada serba-serbi homoseksualitas…asal Anda siap menahan kantuk dan membaca dengan serius.

Judul : Sejarah Homoseksualitas, Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang
Judul asli : Histoire de l’homosexualite: De l’antiquite a nos jours
Penulis : Colin Spencer
Penerjemah : Ninik Rochani Sjams
Tebal : 526 halaman (termasuk indeks) + XIV
Tahun terbit : Maret 2004, cetakan pertama
Penerbit : Kreasi Wacana, Yogyakarta

Klik di sini untuk melihat sampul bukunya

Published in: on 7 April 2008 at 6:40 am  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/04/07/tinjauan-buku-sejarah-homoseksualitas/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Menurut saya homosesualitas itu untuk sekarang ini sudah menjadi penomiena yang unuversal. Dan ada sebagaian masyarakat menganggap perbuatan seperti itu merupakan hal yang lumrah ditengah kemajuan zaman dan padatnya aktifitas manusia.
    tinggal sekarang bagaimana individu itu akan mengambil sikap atas perbuatan tersebut. Saya setuju dengan aktifitas homoseksuslitas selama orang yang bersangkuta tetap penjaga sisi kebersehan dan kesehatannya

  2. bagi saya homoseksualitas pada aman sekarang ini bukan rahasia umum lagi… jangan digembar-gemborkan kalau diri kita emang gay… jalani aja …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: