Sejarah Sabuk Kesucian Wanita

Pemerintah akhir-akhir ini tampaknya sedang getol-getolnya membikin peraturan dan melancarkan berbagai tindakan dengan alasan memperbaiki atau menjaga moral bangsa. Setelah ribut pro-kontra RUU Antipornografi, muncul upaya memblokir keberadaan dan akses ke situs-situs porno. Itu yang skalanya nasional. Pemerintah daerah tak mau kalah dengan membikin aturan sendiri, misalnya yang membuat wanita yang “mencurigakan” bisa digelandang dan dituduh pelacur. Dan yang terbaru, menganjurkan perempuan pekerja di panti pijat menggembok celana dalam mereka. Saya tidak hendak ikut bersuara mendukung atau menolak, tapi mumpung isunya sedang hangat, saya ingin memaparkan sejarah sabuk kesucian (wanita).

Sabuk kesucian adalah suatu jenis sandang berpengunci yang dirancang untuk mencegah terjadinya sanggama dan masturbasi. Barang ini sebenarnya telah diciptakan baik untuk pria maupun wanita, tapi yang akan dibahas di sini adalah yang khusus untuk wanita. Sabuk kesucian berawal dari pemikiran tentang menjaga kesetiaan seorang wanita, yang menurut biologi evolusi dianggap penting untuk memastikan suksesi gen pria dan keselamatan hidup wanita. Sabuk kesucian aslinya dikembangkan untuk melindungi wanita dari perkosaan, tapi pada prakteknya malah digunakan para suami pencemburu untuk mencegah istrinya berselingkuh. Tentu saja, kalau sang istri pintar (dan memang sudah berikhtiar selingkuh), dia akan membikin kunci cadangannya.

Ada mitos yang menyebutkan bahwa sabuk kesucian digunakan pertama kali oleh para istri ksatria Perang Salib, akan tetapi tidak ada bukti adanya sabuk kesucian sampai sekitar abad kelima belas, lebih dari seabad setelah Perang Salib. Ada sumber yang menyatakan sabuk kesucian kemungkinan dikembangkan di Italia pada abad keempat belas. Sabuk versi abad pertengahan ini terdiri dari simpai logam berkunci yang melintasi bagian depan dan belakang panggul wanita dengan lubang-lubang kecil untuk pembuangan, tapi efektif untuk menghalangi sanggama. Penggunaan sabuk kesucian pada masa itu terbatas karena pandai logam dengan keahlian logam yang belum secanggih sekarang kesulitan membuat sabuk yang bisa (dan nyaman) dipakai dalam waktu lama.

Di dunia barat, sabuk kesucian pertama kali disebut-sebut dalam bukunya Konrad Kyeser von Eichstätt, Bellifortis pada sekitar tahun 1400-an. Di situ ada gambar celana besi perempuan Florentina. Sabuk dalam gambar tersebut tampak berat dan kikuk, beda dengan model sabuk kesucian yang lebih maju. Sayangnya buku tersebut tidak diperkuat dengan bukti atau dokumen lain. Baru pada 1889 sebuah sabuk berbahan kulit dan besi ditemukan kolektor barang antik Jerman, A. M. Pachinger di Austria, tepatnya di kuburan seorang wanita muda yang diperkirakan dimakamkan pada abad keenam belas. Beberapa jenis sabuk semacam itu pernah dipamerkan di museum di kota-kota besar Eropa, tapi ditarik karena diragukan otentisitasnya. Pergeseran tujuan pemakaian sabuk terjadi pada tahun 1700-1930 ketika masturbasi dinilai berbahaya bagi kesehatan. Selama kurun waktu tersebut dapat ditemukan banyak usulan penggunaan alat sejenis sabuk kesucian dalam jurnal medis untuk mencegah anak dan remaja bermasturbasi. Malah cukup banyak juga alat semacam itu yang dipatenkan.

Sabuk kesucian tampaknya bukan monopoli budaya Barat saja. Di Indonesia, tepatnya di Jawa, ditemukan alat penutup kelamin wanita terbuat dari emas bernama bhadong milik Mangkunegaran. Alat ini harus dikenakan wanita bangsawan yang akan bepergian atau ditinggal suaminya pergi. Namun, tidak disebutkan dari abad keberapa alat tersebut berasal. Tahun lalu, Komisi HAM Asia mengeluarkan pernyataan bahwa di Rajasthan, India, wanita dipaksa mengenakan sabuk kesucian.

Sabuk kesucian pada zaman modern meski masih digunakan oleh segelintir orang untuk mencegah perkosaan, perselingkuhan atau masturbasi, juga digunakan dalam aktivitas BDSM sebagai salah satu bentuk permainan seksual dan penyerahan kontrol perilaku seksual. Bahan yang digunakan bermacam-macam, mulai dari plastik (bisa dibeli di toko aksesori seks), kulit, sampai baja antikarat yang didesain khusus. Sabuk kesucian zaman sekarang umumnya berupa sabuk yang melingkari pinggang dan pelindung yang menutup area genital, dengan berbagai variasi model dan tentu saja lebih memperhatikan higienitas, kenyamanan dan keamanan (ada yang sampai sukar ditembus pemotong gerendel segala).

Omong-omong soal sabuk kesucian, ingatan saya mau tak mau jadi tertambat pada film Robin Hood: Men in Tights nan kocak itu. Terutama adegan terakhirnya. Syahdan, dikisahkan Robin Hood yang sudah ngebet ingin bermalam pertama dengan istri tercintanya, Lady Marian, terpaksa gigit jari. Soalnya konyol, kunci gembok sabuk kesucian sang Lady (yang bermerek Everlast) raib entah ke mana…

Sumber:
Dari berbagai sumber

Published in: on 14 April 2008 at 7:13 am  Comments (2)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/04/14/sejarah-sabuk-kesucian-wanita/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Bagus! Sedemikian mahalnya harga virginitas! Mana artikel lainnya? Bagi dong!

  2. Kalau Anda ingin lihat artikel lainnya, buka saja vitasexualis.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: