Kecerdasan Berkawin

Karena salah satu tempat tujuan utama saya kalau jalan-jalan adalah toko buku, saya tidak bisa menghindar dari sederetan buku populer yang mengusung kecerdasan sebagai temanya. Mulai dari kecerdasan emosional, spiritual, dan entah apa lagi. Namun, belum pernah saya temukan sebuah saja buku yang mengupas kecerdasan seksual. Hampir saya menulis kontemplasi saya (yang tentu saja tak berdasar ilmiah) tentang hal itu ketika saya memperoleh sebuah buku elektronik berjudul Mating Intelligence, Sex, Relationships, and the Mind’s Reproductive System karya Glenn Geher dan Geoffrey Miller. Akhirnya, ada juga orang lain di dunia ini yang berpikiran sama dengan saya. Dan untuk Anda, saya tuliskan sekilas tentang Mating Intelligence (MI), kecerdasan berkawin.

MI didefinisikan sebagai keseluruhan perangkat adaptasi psikologis manusia untuk reproduksi seksual. MI meliputi kapasitas mental untuk berpacaran dan menunjukkan seksualitas, kompetisi dan rivalitas seksual, pembentukan hubungan (dari awal sampai akhir), bercumbu, berhubungan seksual, mencari, memilih, menjaga dan bertukar pasangan, serta perilaku reproduktif lainnya. MI dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, tapi ada batasannya. Kecerdasan umum, kecerdasan sosial dan emosional seseorang menentukan seberapa tinggi kecerdasan berkawin seseorang dapat dicapai.

Ada dua teori dasar tentang MI, yaitu indikator kebugaran mental dan mekanisme berkawin (penjelasan berikut ini mungkin akan membingungkan Anda dan saya, jika Anda kurang berminat silakan langkahi dua paragraf). Indikator kebugaran mental merupakan adaptasi psikologis yang berkembang melalui pemilihan pasangan untuk memperlihatkan kualitas fenotipe dan genetis seseorang pada calon pasangan potensial. Indikator kebugaran mental tampaknya menunjukkan tingkat perbedaan individu yang besar, cenderung diturunkan, erat terkait dengan indikator kebugaran lainnya, serta tingkat atraktivitas seksual yang tinggi. Contoh indikator kebugaran mental meliputi kapasistas persepsi, kognisi, emosi dan perilaku menyangkut bahasa (dapat berbincang dengan menarik selama pacaran), humor, seni, musik, moralitas (menunjukkan sifat-sifat baik), ideologi, penggunaan obat tertentu, dan permainan pendahuluan (foreplay). Orang-orang yang menunjukkan kecerdasan berkawinnya dalam bentuk indikator kebugaran mental antara lain adalah figur mitologi dan selebriti yang populer bukan hanya karena tampang mereka.

Teori yang satu lagi, mekanisme berkawin, merupakan adaptasi psikologis yang berkembang melalui bentuk seleksi seksual yang lebih luas untuk memahami, menilai, mempengaruhi pasangan seksual potensial dan rival. Karakter mekanisme berkawin cenderung universal, tidak diturunkan, kurang terkait dengan indikator kebugaran lainnya, serta menunjukkan tingkat atraktivitas seksual langsung yang lebih rendah. Contoh mekanisme berkawin mencakup pencarian pasangan, pemilihan pasangan, penilaian diri, akulturasi perkawinan, mempelajari perbedaan seks dari pola-pola perilaku, membaca pikiran, strategi berkawin, emosi dan hubungan jangka pendek. Orang-orang yang menunjukkan kecerdasan berkawinnya dalam bentuk keunggulan mekanisme berkawin biasanya bukan orang yang populer, kebanyakan hanya rata-rata dalam segi kebugaran mental dan fisik.

MI adalah suatu konsep yang mengandung baik universalitas, maupun perbedaan individual. Secara umum, MI merupakan seperangkat adaptasi tipikal, yakni seksualitas yang menjadi bagian sifat alami manusia yang kita semua miliki. Di sisi lain, perbedaan individual terlihat dalam MI, misalnya perbedaan kepribadian, kecerdasan, strategi seksual, daya tarik, dll. Dengan kata lain, semua manusia dewasa memiliki kapasitas dasar untuk jatuh cinta, memilih pasangan, bercumbu dan berkelakar, tapi ada sebagian orang yang lebih baik dalam hal-hal tersebut dibandingkan sebagian lainnya.

Sumber:
Mating Intelligence. Sex, Relationships, and the Mind’s Reproductive System

Published in: on 30 April 2008 at 6:22 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/04/30/kecerdasan-berkawin/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: