Tipe-tipe Parafilia

Sebenarnya ada berapa macam, sih penyimpangan seksual itu? Kalau saya boleh berspekulasi, barangkali jawabannya adalah tak terhingga. Sepanjang manusia masih dibekali “kreativitas” untuk menciptakan variasi dalam mengekspresikan seksualitasnya, rasanya model-model penyimpangan baru niscaya akan berkembang. Coba misalnya Anda cari daftar tipe parafilia di situs wikipedia. Anda akan temukan puluhan jenis hanya di satu situs itu saja (meski banyak di antaranya yang belum merupakan istilah klinis baku). Mulai dari parafilia yang agak jamak seperti pedofilia (suka berhubungan seksual dengan anak-anak) sampai yang jarang ditangkap telinga, contohnya emetofilia (ketertarikan seksual pada muntah, eew).

Dalam salah satu “buku babon” seksualitas, Our Sexuality, penulisnya menyatakan bahwa kunci utama membedakan beragam parafilia itu terletak pada ada tidaknya elemen kekerasan atau paksaan. Jadi, parafilia dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu parafilia koersif (dengan paksaan) dan parafilia nonkoersif. Ada beberapa macam parafilia yang merupakan aktivitas tunggal atau melibatkan orang dewasa yang setuju untuk melakukannya (atau mengamati). Karena tidak terdapat unsur pemaksaan dan hak asasi dasar tidak dilanggar, parafilia nonkoersif biasanya dinilai kurang atau tidak berbahaya. Namun, perlu diwaspadai kemungkinan dampak negatif perilaku yang tampaknya nonkoersif. Contoh parafilia yang tergolong dalam kelompok nonkoersif tersebut adalah fetishisme dan BDSM (lihat tulisan ini).

Ada pula parafilia yang jelas-jelas memaksa atau invasif (penerima melakukan sesuatu tanpa diingini). Penelitian telah menemukan bahwa perilaku memaksa itu dapat berakibat bahaya bagi target atau penerima. Mereka bisa mengalami trauma psikologis, merasa takut hal itu akan berulang dan hak asasi mereka dilanggar. Karena itulah banyak parafilia koersif yang ilegal. Eksibisionisme dan voyeurisme (mengintip) adalah parafilia yang koersif.

Lain lagi dengan John Money, seorang peneliti identitas jender dan pilihan objek seks. Menurut dia, meski jumlah parafilia sampai puluhan, sebetulnya mereka bisa diklasifikasikan menjadi enam tipe saja. Enam tipe itu menggambarkan motif yang mendasari parafilia tertentu. Beginilah klasifikasi parafilia ala John Money.

Solicitation/allure: parafilia sebagai substitusi (pengganti) atau pendahulu hubungan seksual normal. Contoh: eksibisionisme, voyeurisme.
Fetishistic/talismanic: parafilia sebagai pengganti hubungan seksual normal. Contoh: fetishisme.
Sacrifice/expiations: parafilia sebagai penebusan untuk gairah (yang dianggap) penuh dosa dengan cara mengorbankan sesuatu. Contoh: sadisme dan masokisme seksual, lust murder.
Marauding/predatory: parafilia yang pasangannya harus dipaksa, diculik atau dirampas. Contoh: pemerkosaan.
Mercantile/venal: parafilia di mana gairah mesti ditukar atau dibeli. Contoh: seks komersial.
Stigmatic/eligibillic: parafilia yang pasangannya harus sangat berbeda umur, ras, penampilan, atau karakteristik lainnya. Contoh: pedofilia.

Sebagai penutup, saya kemukakan bedanya parafilia (penyimpangan seksual) dengan kejahatan seks. Tidak semua parafilia termasuk kejahatan seks dan sebaliknya tidak semua kejahatan seks adalah parafilia. Parafilia didefinisikan sebagai dorongan seksual seseorang yang persisten, muncul karena stimulus yang tidak biasa atau tidak tepat. Sedangkan kejahatan seks adalah perilaku yang dianggap ilegal oleh masyarakat karena melanggar hak asasi orang lain. Parafilia seperti eksibisionisme, voyeurisme dan pedofilia biasanya ilegal. Kalau sadisme-masokisme, fetishisme, dan parafilia jenis lain bisa legal, bisa tidak, tergantung hukum di suatu daerah. Kejahatan seks seperti perkosaan, pencabulan anak dan inses tak selalu ada motif parafilianya.

Sumbe
Our Sexuality.
Abnormal Psychology, Understanding Human Problems.

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/06/01/tipe-tipe-parafilia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: