Detoksifikasi Seks

Biasanya istilah detoksifikasi disandingkan dengan narkotika dan obat-obatan terlarang. Intinya adalah mengeluarkan segala racun (toksik) dari tubuh kita agar kita bisa berfungsi dengan lebih baik dan segar. Nah, ketika seks sudah menjadi racun yang mengacaukan kehidupan dan hubungan, tentu perlu dilakukan detoksifikasi seks, suatu ide yang dijabarkan dalam buku Sex Detox karya Ian Kerner, Ph.D., seorang terapis seks dan ilmuwan di REDBOOK Love Network.

Apa, sih alasan yang mendasari seseorang (pasangan) untuk menjalani detoksifikasi seks? Menurut Kerner, kadang kala kita mesti menyingkirkan masalah seks untuk memahami persoalan-persoalan lain yang tertutupi oleh seks dalam suatu hubungan. Dalam suatu hubungan, seks berpotensi menyelubungi atau menjadi topeng bagi suatu problem, jadi sesekali perlu juga kita telanjangi problem itu (kalau
katanya Peterpan, “Tapi buka dulu topengmu…”). Diharapkan dengan hilangnya faktor seks, masalah yang sebenarnya akan muncul. Tanda-tanda Anda perlu mempertimbangkan detoksifikasi seks adalah antara lain ketika Anda berhubungan seksual hanya karena merasa wajib melakukannya, Anda berpura-pura orgasme (menikmati hubungan seksual) atau tubuh Anda melakukan hubungan seksual sementara pikiran Anda entah ke mana karena sudah tidak tertarik. Intinya adalah hubungan seksual yang Anda lakukan tanpa jiwa, tanpa kesenangan dan itu-itu saja, tidak ada gairah, keintiman dan koneksi cinta.

Kalau Anda merasa mengalami gejala seperti yang ditulis di atas dan berminat mencoba detoksifikasi seks, ini dia caranya. Program puasa ini berjalan selama 30 hari, setiap harinya Anda melakukan aktivitas yang berbeda, misalnya membaca, refleksi atau eksplorasi berbagai hal yang mempengaruhi kehidupan seksual Anda. Dapat juga melongok lagi foto tua keluarga untuk belajar bagaimana afeksi berperan pada masa kecil Anda atau memeriksa kesehatan Anda. Idealnya, sih pasangan detoksifikasi bersama. Namun, program ini dapat dilakukan sendiri. Sering kali bila pasangannya ada perubahan positif, yang lain mengikuti. Program ini juga tidak tertutup bagi yang masih lajang.

Kerner menyatakan bahwa manfaat yang bisa dipetik dari program ini adalah pemahaman yang lebih luas
tentang apa yang terjadi dalam urusan seks dan bagaimana itu mempengaruhi hubungan Anda dan
pasangan. Anda akan merasa lebih terhubung dan lebih mampu berkomunikasi. Dengan detoksifikasi, racun emosional akan terlepas dan memunculkan pola perilaku yang menutupi luka dan ketakutan yang lama terpendam. Bahkan meski Anda tidak tahan menjalani 30 hari tanpa seks, seks yang melanggar program bisa jadi akan panas (ingat, buah terlarang selalu lebih menarik). Tidak jelek juga, kan?

Sumber:
WebMD.com

Published in: on 19 Juni 2008 at 3:21 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/06/19/detoksifikasi-seks/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: