Penggugah Gairah, Mitos atau Fakta

Dari berabad-abad yang lalu sampai sekarang manusia tak henti-hentinya berupaya mencari (dan mempercayai adanya kemungkinan) suatu zat yang berfungsi meningkatkan gairah seksual atau meningkatkan kapasitas seksual seseorang. Zat tersebut lazim disebut dengan istilah afrodisiak (gampang saja menebak dari mana asal kata ini, Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan Yunani). Meski kurang sokongan bukti ilmiah, tetap saja industri berkenaan dengan penguat, penggugah dan penaik gairah ini berkembang di seluruh penjuru dunia sejalan kebutuhan orang akan ekstase, kepuasan seksual tertinggi. Beraneka produk yang diklaim mampu bikin hubungan seksual jadi tahan lama dan luar biasa, pria perkasa bak Bima (atau wanita jadi tidak frigid) dan semacam itu toh laris manis di pasar. Bahkan pada beberapa kasus kegilaan orang menguber afrodisiak ini telah turut berkontribusi terhadap punahnya jenis satwa tertentu yang bagian tubuhnya dipercaya punya sifat afrodisiak.

Namun, sebenarnya ada tidak, sih, afrodisiak itu? Maaf kalau saya mencoblos gelembung impian Anda, tapi saat ini kebanyakan ahli medis setuju bahwa tidak ada itu yang namanya afrodisiak murni, yaitu suatu obat atau zat yang dengan sendirinya memunculkan, meningkatkan atau memperpanjang gairah seksual. Jadi, tidak ada “obat ajaib” yang dengan simsalabim bisa membuat aktivitas seksual Anda jadi tak terkatakan hebringnya. Banyak makanan atau zat yang dipercaya memiliki kualitas afrodisiak (misalnya benda-benda yang wujudnya mirip penis, seperti tanduk badak) sebetulnya tidak demikian adanya. Paling-paling efek yang ada sifatnya umum, seperti meningkatkan stamina. Malah cukup banyak juga zat yang dikira afrodisiak tapi ternyata bersifat sebaliknya (anafrodisiak) seperti alkohol. Meski dengan kemajuan ilmu pengetahuan seks dan teknologi tidak tertutup di masa yang akan datang bisa ditemukan afrodisiak murni, tetapi untuk saat ini hal itu belum ada.

Peneliti saat ini tengah mempelajari satu zat yang tampaknya memiliki kualitas afrodisiak pada sejumlah orang. Zat yang cukup intensif (dan sudah cukup lama) diteliti itu adalah yohimbine, suatu substansi yang dibuat dari kulit pohon yohimbe yang tumbuh di Afrika Barat. Penelitian oleh Stanford University menunjukkan bahwa suntikan yohimbine meningkatkan gairah dan performa seksual pada tikus jantan (seolah mereka masih butuh afrodisiak, lihat saja populasi tikus mengganggu yang berkeliaran di muka bumi…maaf saya melantur). Dari sejumlah studi dengan subjek manusia dapat disimpulkan bahwa pemberian yohimbine memiliki kapasitas secara positif mempengaruhi gairah dan performa seksual, setidaknya pada pria dengan gangguan ereksi. Riset yang cukup baru menunjukkan adanya peningkatan gairah seksual pada wanita pascamenopause yang memiliki gairah seksual di bawah normal dengan pemberian yohimbine. Namun, ada yang berpendapat yohimbine efeknya lebih ke arah psikosomatis.

Barangkali Anda akan protes begini, “Saya percaya adanya afrodisiak karena teman saya/saya sendiri pernah menggunakan zat tertentu untuk meningkatkan atau memunculkan gairah dan ternyata itu bisa dilakukan.” Nah, itulah sebenarnya kunci afrodisiak (baca: zat-zat yang dianggap orang sebagai afrodisiak). Penelitian mengenai efek afrodisiak telah menunjukkan kuatnya peran pikiran dalam aktivitas seksual manusia. Dengan kata lain, semua tergantung pada kepercayaan dan sugesti dalam diri Anda. Ketika Anda yakin bahwa sesuatu adalah afrodisiak dan Anda pakai itu, kepuasan seksual Anda secara subjektif bisa meningkat. Prinsipnya sama dengan efek harapan alkohol yang pernah saya sebut di tulisan saya sebelumnya. Hal ini mungkin karena pengalaman seksual itu terdiri dari fisik dan psikis. Yang saya maksud dengan kepuasan subjektif adalah kepuasan secara psikis. Jadi tidak heran kalau mitos-mitos tentang afrodisiak begitu subur.

Sumber:
Our Sexuality
Sexualia

Published in: on 8 Juli 2008 at 3:57 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/07/08/penggugah-gairah-mitos-atau-fakta/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: