Menghormati Orang Transeksual dan Transjender

Hormatilah orang lain kalau Anda ingin dihormati. Nasehat macam itu dan variasinya rasanya pasti sudah pernah Anda peroleh entah itu dari orang tua, guru, teman atau kolega. Pada umumnya kebanyakan manusia yang memiliki norma kesopanan mengerti bahwa kita mesti saling menghormati dan tahu bagaimana melakukannya. Namun, bagaimana bila di komunitas kita terdapat seorang (atau kelompok) transeksual atau transjender? Orang sering kesulitan atau canggung untuk bersikap biasa dan kerap orang memilih menghindar karena tak tahu bagaimana harus berhadapan dengan orang-orang seperti itu.

Ketimbang menghindar dan melewatkan kemungkinan bergaul dengan orang yang menyenangkan, di sini akan saya tuliskan ringkasan artikel informatif Alexander John Goodrum yang di dalamnya terdapat cara-cara bagaimana berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang yang perilaku jender dan identitas jendernya bervariasi. Siapa tahu di lingkungan Anda ada seorang transeksual atau transjender dan Anda bisa menggunakannya sebagai pedoman bergaul dengannya.

Saran-saran Goodrum adalah sebagai berikut:
– Merujuk seorang transeksual atau transjender dengan tepat itu penting. Jika dia memperkenalkan dirinya sebagai pria, rujuk dia sebagai seorang pria, begitu juga sebaliknya. Kalau Anda tidak yakin apakah dia ingin disebut sebagai pria atau wanita, tanyakan padanya dia ingin dipanggil apa. Sekali Anda tahu keinginannya, konsistenlah. Kalau Anda sesekali salah sebut, koreksilah. Kebanyakan orang transeksual dan transjender akan memahami dan menghargai usaha Anda.

– Jangan “membocorkan” bahwa dia seorang transeksual atau transjender pada orang lain tanpa izin. Jangan pula berasumsi bahwa orang-orang lain juga tahu bahwa dia seorang transeksual atau transjender. Banyak orang transeksual dan transjender yang bisa menjadi pria atau wanita tanpa orang lain tahu status jendernya kecuali diberi tahu oleh yang bersangkutan (misalnya seorang pria transeksual yang bisa berpenampilan dan berperilaku persis wanita). Sehingga keputusan untuk mengkomunikasikan status jender hanya dapat diputuskan oleh individu itu sendiri dan kita perlu menghormatinya.

– Jangan pernah bertanya pada seorang transeksual atau transjender tentang anatomi organ seks mereka dan bagaimana mereka berhubungan seksual. Tidak sesuai dengan akal sehat dan kesopanan.

– Jangan berasumsi tentang orientasi seksual orang transeksual atau transjender. Misalnya jangan berpikir bahwa setiap pria transeksual (yang menjadi wanita) adalah homoseksual. Kalau seorang transeksual atau transjender berpikir bahwa memberitahukan orientasi seksualnya pada Anda adalah tindakan tepat, ia akan melakukannya.

Untuk tips praktis berkomunikasi dengan orang transeksual dan transjender Anda bisa lihat di sini

Sumber:
Our Sexuality

Published in: on 24 Juli 2008 at 1:54 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/07/24/menghormati-orang-transeksual-dan-transjender/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: