Zona Erogen 101

Sebuah kutipan yang pernah saya baca menyebutkan bahwa organ seks kita yang paling hebat sesungguhnya bukanlah yang berada di antara kedua belah paha, melainkan yang bersemayam di antara kedua daun telinga, alias otak. Hal itu memang benar adanya sebab dalam urusan membangkitkan gairah seksual, otak adalah organ pengindera yang paling berperan. Segala macam stimulus bisa menjadi stimulus seksual jika otak menginterpretasinya demikian. Di antara beragam stimulus, stimulus berupa sentuhan adalah yang cenderung dominan dalam aktivitas keintiman seksual. Sentuhan pada berbagai area permukaan kulit mungkin merupakan sumber yang paling kerap membangkitkan gairah seksual ketimbang stimulus lainnya. Meski demikian, karena penyebaran ujung-ujung saraf di kulit tidak merata, beberapa area tubuh dapat lebih sensitif terhadap sentuhan. Itulah zona erogen.

Zona erogen, yang pengertian akar bahasanya adalah melahirkan sensasi erotis, didefinisikan sebagai daerah-daerah di tubuh yang lebih responsif terhadap rangsangan taktil (sentuhan) atau stimulasi seksual. Para ahli membagi zona erogen ke dalam dua kategori, yaitu zona erogen primer dan zona erogen sekunder. Apa yang membedakan kedua zona tersebut? Zona erogen primer adalah area-area tubuh tempat konsentrasi ujung-ujung saraf (dengan kata lain, sudah didesain dari sananya untuk sensitif), sedangkan zona erogen sekunder adalah area tubuh yang menjadi sensitif secara erotik melalui pengalaman dan belajar.

Nah, sekarang daerah mana saja yang termasuk zona erogen? Kita mulai dari zona erogen primer dulu yang wilayahnya mencakup genital (alat kelamin), bokong, anus, perineum (area antara alat kelamin dan anus), payudara (terutama puting, baik pria maupun wanita), paha bagian dalam, ketiak, pusar, leher, telinga (terutama daun telinga) dan mulut (bibir, lidah dan seluruh rongga mulut, kalau Anda mau menjelajah). Sebagai tambahan, banyak orang yang mendapati bahwa jari tangan dan kaki mereka sensitif terhadap sentuhan. Namun, penting untuk diingat bahwa meski daerah-daerah di atas merupakan zona erogen, tidak ada jaminan bahwa menstimulasinya akan berhasil membangkitkan gairah seksual pasangan kita. Tampaknya ada perbedaan preferensi individual di sini. Apa yang bisa menyalakan gairah seseorang bisa jadi tidak berdampak apapun pada orang lain, bahkan mungkin dapat menjengkelkannya.

Itu tadi zona erogen primer. Sekarang, kira-kira daerah mana di tubuh yang termasuk zona erogen sekunder? Jawabannya adalah bisa seluruh bagian tubuh. Ingat bahwa zona erogen sekunder muncul karena ada unsur belajar, sehingga setiap area yang disentuh dan diasosiasikan dengan keintiman seksual bisa menjadi zona erogen sekunder. Contohnya, kalau seorang wanita dicium punggungnya ketika bercinta, dia mengaitkan daerah tersebut dengan seks dan jadilah punggung wanita itu sebagai zona erogen sekunder yang bila dicium lagi akan membangkitkan gairahnya.

Barangkali uraian mengenai zona erogen di atas menyisakan satu pertanyaan besar di benak Anda yaitu bagaimana kita mengetahui tepatnya di mana harus menyentuh pasangan (dan atau diri sendiri) untuk membangkitkan gairah? Saya cuma bisa bilang, eksplorasi, kreativitas dan komunikasi seksual yang baik adalah kunci untuk mengetahuinya (itu termasuk dalam pemetaan tubuh, mungkin saya akan bahas di tulisan lain). Sebagai penutup tulisan ini saya cantumkan potongan fan fiction (Starboard Home, karya Ezra’s Persian Kitty) yang bagi saya erotis dan pas untuk tulisan ini:

“We kissed, who moved first I don’t know, doesn’t matter, we kissed. The pulsing strong and hot in our veins. Mouths mating, lips sliding, tongues sweeping teeth, and breathing of each other like one being. Skin on skin on skin all over, smooth and bare and it was the most natural thing in the world, like breathing, like singing.”

Sumber:

Our Sexuality

Published in: on 10 Agustus 2008 at 5:39 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/08/10/zona-erogen-101/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: