Apa Guna Rambut Pubis?

Saya termasuk orang yang yakin bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pastilah ada tujuan dan gunanya. Jadi apabila saya mendapati sesuatu hal yang tampaknya sia-sia belaka, saya berpikir bahwa itu karena saya (dan mungkin orang-orang lain juga) saja yang belum menemukan manfaatnya. Berangkat dari pemikiran di atas, saya yang agak penasaran dengan alasan ditumbuhkannya rambut di sekitar organ seksual manusia berupaya mencari sumber yang saya harap dapat menjawab keingintahuan saya, dan inilah hasilnya.

Ternyata cukup banyak teori yang berseliweran mengenai fungsi rambut pubis, dan belum semua dapat dibuktikan secara ilmiah, dengan kata lain tidak ada teori definitif. Salah satu teori yang cukup menonjol adalah rambut pubis sebagai daya tarik seksual. Teori ini terkait dengan feromon, suatu zat beraroma yang dihasilkan tubuh, yang dapat menstimulasi secara seksual orang lain yang menciumnya. Rambut pubis yang tumbuh di sekitar genital menangkap aroma eksotik yang disinyalir merupakan afrodisiak kuat itu. Feromon kerap terjebak di rambut pubis ketika kelenjar apokrin melepaskan sekresi tanpa bau di permukaan kulit yang tercampur dengan bakteri yang dibusukkan oleh sekresi dari kelenjar sebaseus. Feromon barangkali tidak bisa terang-terangan dihidu baunya seperti apa, tapi tampaknya bisa dideteksi secara tidak sadar. Jadi, kalau Anda bertanya-tanya mengapa Anda tertarik pada pasangan Anda yang sekarang (atau seseorang yang ingin Anda jadikan pasangan), bisa jadi feromon si dialah penyebabnya.

Teori lain yang masih berkaitan dengan rambut pubis sebagai daya tarik seksual menjelaskan bahwa rambut pubis berperan sebagai penanda visual seksualitas seseorang. Seleksi alam mungkin mempertahankan rambut di bagian pubis (sementara bulu di bagian tubuh lain menghilang, kalau Anda percaya teori evolusi) karena adanya rambut pubis menunjukkan bahwa seseorang sudah matang secara seksual dan dapat bereproduksi. Ada pula yang berteori bahwa rambut pubis berfungsi sebagai “bantalan” ketika berhubungan seksual, melindungi dari gesekan. Teori lainnya adalah bahwa rambut pubis gunanya itu untuk menjaga agar organ intim kita tetap hangat. Rambut pubis wanita bisa jadi menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina (ini tidak menjelaskan rambut pubis pada pria).

Terakhir, ada teori yang tidak berhubungan dengan soal seks sama sekali, yaitu rambut pubis membantu melumasi area di antara kedua kaki sehingga menjadikan pergerakan lebih halus dan nyaman, seperti fungsi rambut di ketiak. Anda bisa mencoba mencukur habis rambut ketiak dan kemaluan untuk merasakan sendiri perbedaan friksi yang terjadi, bakal lebih terasa gesekan antara kedua paha ketika berjalan dan lengan kala bergerak.

Terserah Anda mau percaya teori yang mana. Buat saya, sejauh ini semua cukup masuk akal.

Sumber:
Dari berbagai sumber.

Published in: on 23 September 2008 at 1:35 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/09/23/apa-guna-rambut-pubis/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: