Memetakan Tubuh

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan tulisan saya beberapa waktu yang lalu mengenai zona erogen pada manusia yang bisa dibaca di sini. Di sana saya memaparkan mengenai pengertian zona erogen dan jenis-jenis zona erogen secara garis besar. Disebutkan pula bahwa eksplorasi yang disertai dengan komunikasi seksual yang baik adalah kunci untuk menemukan zona erogen dan menggunakannya untuk meningkatkan sensasi, kepuasan dan pengalaman seksual. Nah, eksplorasi itu merupakan komponen utama dari topik yang akan saya urai kali ini, yakni pemetaan tubuh (body mapping).

Konsep tentang pemetaan tubuh ini saya temukan di bukunya Dr. Ruth Westheimer, seorang pakar seks yang cukup top. Intinya, pemetaan tubuh dilakukan dengan menjelajahi tubuh untuk menemukan bagian mana yang paling sensitif terhadap stimulasi (zona erogen). Pemetaan tubuh berbeda dengan pijat memijat yang tujuannya untuk menciptakan sensasi tertentu dengan menyentuh seluruh bagian tubuh. Pemetaan tubuh juga tidak cuma dapat dilakukan seseorang pada pasangannya, melainkan juga bisa dilakukan seorang diri (ketika masturbasi, contohnya). Dalam pemetaan tubuh, kadang yang menimbulkan sensasi dahsyat bukan tempat yang disentuh itu sendiri, melainkan cara menyentuh. Berbagai cara menyentuh, mulai dari yang kasar, lembut, berkesinambungan, sebentar saja, dapat memiliki efek yang berbeda meski daerah yang disentuh sama, sehingga untuk menemukan mana yang menimbulkan kenikmatan tertinggi Anda bisa jadi perlu bereksperimen dengan tubuh pasangan maupun tubuh Anda sendiri. Dapat dengan mengelus, mencium, memijat, menggigit, menjilat, mengulum…apapun model rangsangan yang ada di kepala Anda.

Dr. Ruth menegaskan bahwa pemetaan tubuh merupakan hadiah indah yang timbal balik terus menerus karena setelah Anda dan pasangan telah saling mengeksplorasi tubuh masing-masing, menemukan daerah paling sensual dan stimulasi bagaimana yang paling optimal, Anda dapat memakai teknik tersebut sepanjang kehidupan seksual Anda dan pasangan (tentunya kalau ganti pasangan Anda perlu peta yang berbeda mengingat zona erogen tiap orang bervariasi). Jadi, pemetaan tubuh bukan hanya cara untuk memperpanjang permainan pendahuluan (foreplay), tapi merupakan semacam latihan yang minimal dilakukan sekali oleh tiap pasangan untuk membangun bank data informasi yang bisa dipakai setiap kali bercinta. Dan saya kira, semakin banyak berlatih, kian banyak pula informasi yang bisa diraup.

Namun, Anda perlu memperhatikan titik yang menimbulkan rasa geli. Kadang-kadang daerah yang merupakan zona erogen bisa membikin kegelian bila disentuh pada waktu tertentu, meskipun penjelasan ilmiah tentang ini belum ditemukan. Kalau suatu ketika pasangan Anda kegelian bila disentuh dan meminta Anda berhenti menyentuhnya di situ, tidak perlu kelewat khawatir. Kemungkinan itu terjadi hanya pada saat-saat tertentu. Tapi kalau pasangan tidak pernah mau disentuh atau terlalu sensitif, itu bisa menjadi tanda ada masalah psikis yang menghambat dia untuk ingin dekat dengan Anda dan Anda perlu membicarakannya dengan pasangan.

Sumber:
Sex for Dummies.

Published in: on 4 November 2008 at 4:16 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/11/04/memetakan-tubuh/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: