Riwayat Seksual

Saya sebetulnya belum menemukan pengertian baku mengenai riwayat seksual, tapi dari istilah lain yang juga digunakan untuk menyebut riwayat seksual yaitu sejarah seksual, kita bisa menarik maknanya. Kata “sejarah” membawa implikasi tentang hal-hal di masa lalu. Dengan demikian, sejarah atau riwayat seksual dapat diartikan sebagai segala hal mengenai seksualitas seseorang di masa lalu (secara kronologis) yang boleh jadi mempengaruhi seksualitasnya saat ini dan di masa depan. Riwayat seksual bisa bersifat medis, yang Anda paparkan bila ditanya oleh dokter atau terapis. Selain itu, ada riwayat seksual yang ditulis untuk diri sendiri sebagai latihan, yang bentuknya lebih bebas.

Ada beberapa keuntungan menulis riwayat seksual jika Anda ingin mengembangkan seksualitas dan kehidupan seksual Anda, yaitu riwayat seksual memberi kesempatan Anda untuk merefleksikan pengalaman dari masa lalu sampai sekarang dan memikirkan pilihan yang sudah diambil beserta konsekuensinya, Anda bisa melihat kehidupan seksual Anda dari perspektif gambaran besarnya sehingga Anda dapat menemukan pola dan jalan yang biasanya tidak diperhatikan. Menulis riwayat seksual juga menawarkan kesempatan bagi Anda untuk mengidentifikasi hal yang Anda suka dan tidak suka, memahami daerah seksual Anda dengan cara baru, memperoleh rasa kontrol emosi dan psikologis terhadap sejarah seksual Anda dan bagaimana Anda mengalami kembali sisi positif-negatif pengalaman masa lalu, serta menjadikan Anda lebih dapat mengontrol perilaku seksual masa kini.

Bila Anda telah membaca sampai di sini dan mulai tertarik untuk menulis riwayat seksual Anda, barangkali Anda akan bertanya, apa saja yang bisa ditulis dalam riwayat seksual? Ingatlah bahwa sejarah terdiri lebih dari sekedar nama dan tanggal, jadi sejarah seksual pun tidak cuma berisi perilaku seksual yang pernah Anda lakukan, kapan dan dengan siapa. Apapun yang Anda kira terkait atau relevan dengan kehidupan seksual dan seksualitas Anda bisa dimasukkan ke dalam riwayat seksual. Kemudian, Anda tidak harus menjadi penulis yang paham gramatika untuk menulis riwayat seksual. Riwayat seksual adalah milik Anda pribadi dan seperti buku harian, Anda bisa menulisnya dengan cara apapun yang Anda suka, sepanjang tujuannya, yaitu membuat elemen dalam sejarah seksual menjadi eksplisit untuk diri Anda, tercapai. Tidak harus runut, bisa digambari, dibuat sebagai puisi, tergantung keinginan Anda. Yang jelas, riwayat tersebut mesti mampu mengkomunikasikan perkembangan seksual Anda pada Anda sendiri (dan pada pasangan, kalau Anda mau membagi riwayat seksual Anda dengan si dia). Sebagai tambahan, menulis riwayat seksual memang tidak selalu gampang, tetapi keuntungan yang bisa Anda peroleh sebanding dengan susahnya.

Supaya Anda tidak gamang dalam memulai penulisan riwayat seksual Anda, berikut ini ada beberapa poin yang dapat Anda tulis di dalamnya:

– Pendidikan seks, misalnya kapan Anda belajar tentang seks, dari siapa.
– Orang di sekitar Anda, bagaimana seksualitas Anda dipengaruhi oleh keluarga, teman, pahlawan Anda.
– Tonggak bersejarah seksualitas Anda, misalnya kapan Anda pertama kali berhubungan seksual, peristiwa apa yang menghasilkan penemuan seksual penting dalam hidup Anda.
– Kepuasan seksual, fluktuasinya dan elemen untuk mencapainya.
– Orientasi seksual, kepada siapa Anda tertarik, berhubungan secara romantis, mungkin ketidakyakinan tentang orientasi seksual Anda.
– Seks solo (maksudnya swalayan atau perilaku seksual yang dilakukan sendiri). Ini sering terlewatkan dalam sejarah seksual tradisional (medis).
– Pasangan seks, apa cara Anda bercinta berubah seiring waktu, pengalaman seksual favorit dan yang tidak disukai, pelajaran yang ditarik dari pasangan.
– Fantasi seksual, sejak kapan dimulai, gambaran fantasi Anda, fantasi yang dibawa ke alam nyata.
– Apa yang mempengaruhi seksualitas Anda, seperti budaya, agama, tempat tinggal.
– Gangguan seksual, gambarkan jika pernah dialami, penanganannya bagaimana, apakah menganggu kehidupan seksual Anda.
– Nilai tentang seks, Anda dibesarkan dengan nilai-nilai yang bagaimana tentang seks, apa ada konflik antara gairah dengan nilai.
– Trauma seksual, jika ini yang langsung terlintas di benak Anda ketika memulai riwayat seksual, ada baiknya Anda mencari dukungan sebelum mengeksplorasinya.
– Resiko seksual, apa Anda pernah melakukan aktivitas seksual beresiko dan mendapat konsekuensi negatifnya, atau baru mau rencana coba-coba.
– Identitas seksual, bagaimana Anda menggambarkan diri seksual Anda pada orang lain, termasuk siapa yang Anda inginkan sebagai pasangan seksual.
– Identitas jender, bagaimana Anda memandang diri sebagai maskulin, feminin atau yang lainnya.
– Penyesalan dan kehilangan, misalnya pasangan yang sudah tiada, aktivitas seksual yang tidak bisa dilakukan lagi, dan sebagainya.
– Perubahan seksual besar (menikah, contohnya).
– KB atau kontrasepsi.
– Rasa sakit ketika beraktivitas seksual.
– Tubuh seksual Anda.
– Perasaan Anda tentang seks.
– Jiwa seksual Anda, terkait dengan spiritualitas.

Selamat menulis.

Sumber:
about.com

Published in: on 18 Desember 2008 at 12:32 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2008/12/18/riwayat-seksual/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: