Coklat dan Seks

Sebetulnya tulisan ini tidak secara khusus dipublikasikan dalam rangka turut memeriahkan hari Valentine, tetapi mengingat temanya tentang coklat dan waktunya yang bertepatan dengan 14 Februari, kalau Anda mau mengira demikian, tak jadi soal. Perkara maraknya coklat beraneka ragam di pasaran menjelang perayaan hari kasih sayang beberapa tahun terakhir ini menarik perhatian saya. Di satu sisi, saya anggap itu adalah trik pemasaran yang tampaknya cukup sukses. Di segi lain, agar trik pemasaran itu dapat berhasil, tentu konsumen mesti percaya bahwa ada keterkaitan antara coklat dengan cinta (dan pada akhirnya, seks). Nah, sungguhkah ada hubungan antara coklat dan seks? Coba kita telisik.

Sejak awal bangsa Maya bercocok tanam biji coklat, sudah ada kepercayaan bahwa coklat memiliki efek euforik pada panca indera. Orang-orang Maya mengasosiasikan coklat dengan dewa kesuburan mereka. Kemudian, orang-orang Aztec menjadikan coklat sebagai afrodisiak khusus buat kalangan bangsawan kerajaan. Para penjelajah Spanyol melaporkan bahwa Kaisar Montezuma dari Aztec mengonsumsi minuman coklat dalam jumlah banyak sebelum masuk ke haremnya. Orang-orang Spanyol lalu menyebarkan kepercayaan si kaisar tadi bahwa coklat adalah afrodisiak atau penggugah gairah seksual dan membawanya ke Eropa. Kepercayaan macam begitu juga dimiliki oleh Giacomo Casanova, salah satu pencinta terpopuler dalam sejarah (atau pria mata keranjang paling kesohor, tergantung perspektif Anda). Sejak itulah penggunaan coklat sebagai bagian ritual bercinta berkembang. Dipercaya pula bahwa selain meningkatkan nafsu seksual, coklat juga menghasilkan sensasi kesenangan mirip orgasme.

Ilmuwan modern akhirnya berhasil menguak kandungan psikotropika dalam coklat dan efeknya terhadap manusia. Coklat memiliki kandungan stimulan dalam kadar sedang, yaitu kafein dan theo-bromine. Coklat juga diketahui meningkatkan level serotonin yang mengurangi kecemasan (serotonin juga diasosiasikan dengan efek memakai ganja, tapi jangan khawatir, Anda harus makan coklat banyak sekali untuk sampai ke sana). Tidak satupun dari bahan-bahan tersebut yang menguatkan hubungan antara makan coklat dan peningkatan kepuasan seksual dengan sendirinya. Penyebab kepercayaan orang tentang kaitan seks dan coklat adalah pelepasan endorfin yang diproduksi ketika makan coklat (khususnya coklat hitam) yang menimbulkan sensasi mirip kepuasan/kebahagiaan hubungan seksual yang sehat. Kemudian, coklat juga mengandung phenyl-ethylamine yang dikenal dapat menstimulasi pelepasan dopamin ke pusat kesenangan di otak yang umum diasosiasikan dengan orgasme. Phenyl-ethylamine dan serotonin dalam coklat diduga meningkatkan suasana hati dan merupakan stimulan seksual ringan. Makan coklat membuat Anda merasa senang sampai euforik. Coklat bisa juga dianggap afrodisiak karena ada kesenangan sensual ketika coklat meleleh di mulut (kaitannya dengan makanan erotis).

Sebuah penelitian perilaku telah dilakukan untuk mempelajari perbedaan perilaku seksual antara wanita yang makan banyak coklat dan yang tidak. Hasilnya, wanita yang makan lebih banyak coklat kehidupan seksnya lebih memuaskan. Namun, hasil ini juga bisa diinterpretasikan sebaliknya, yaitu wanita yang puas dengan kehidupan seksnya cenderung mengonsumsi coklat lebih banyak. Memang hubungan antara seks dan coklat tidak dapat dibuktikan seratus persen, tapi tampaknya hubungan tersebut ada, entah disebabkan oleh bahan-bahan dalam coklat, sensualitas coklat, kepercayaan sugestif tentang coklat, atau sebab lainnya. Dan itulah yang menyebabkan makanan satu ini tetap lestari dan senantiasa dicari.

Sumber:
sexscrolls.net
webMD.com

Published in: on 14 Februari 2009 at 3:30 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2009/02/14/coklat-dan-seks/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: