Wanita Lambat Panas? Nanti Dulu…

Salah satu mitos yang diyakini sejak zaman dahulu kala (dan sampai kini pun masih) adalah bahwa pria lebih cepat terangsang atau “panas” ketimbang wanita. Ada yang menganalogikan pria dengan oven gelombang mikro dan wanita dengan kompor listrik. Dorongan seksual pria dapat langsung cepat menyala dan bekerja penuh dalam waktu beberapa detik saja, sedangkan wanita lambat mencapai suhu tertinggi dan untuk menurunkannya pun lama juga. Saya termasuk yang mempercayai mitos ini. Namun, sebuah penelitian dari Universitas McGill memperoleh hasil yang menjungkirbalikkan mitos yang telah begitu lama mengakar tersebut.

Dr. Irv Binik (profesor psikologi dari Universitas McGill) dan rekan-rekannya melakukan penelitian menggunakan teknologi pencitraan termal untuk mengukur tingkat keterangsangan seksual. Pencitraan termal atau termografi adalah pencitraan inframerah menggunakan kamera termografik yang mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh objek berdasarkan temperatur mereka. Pencitraan termal ini sangat berguna untuk mendeteksi objek hangat di malam hari dan teknologi ini biasa dipakai untuk kacamata penglihatan malam dalam operasi militer. Pengukuran keterangsangan seksual memakai pencitraan termal ini adalah yang pertama dilakukan. Biasanya para peneliti seks mengukurnya dengan instrumen yang memerlukan kontak dan manipulasi genital. Proses penelitiannya adalah para subjek diberi tontonan bermacam-macam, mulai dari film porno, film horor, komedi, dan lain-lain untuk memperoleh basis data, sementara peneliti memfokuskan kamera termografik pada daerah genital subjek. Kemudian subjek pria dan wanita secara terpisah diberi tontonan film seks eksplisit yang diyakini menggairahkan bagi masing-masing jender, juga dengan disorot kamera termografik.

Peneliti memonitor perubahan temperatur tubuh subjek dari komputer di ruang lain ketika subjek merespons terhadap film seks yang dilihatnya. Diperoleh hasil bahwa pria dan wanita menunjukkan bahwa mereka terangsang dalam 30 detik. Pria mencapai keterangsangan maksimal dalam 664,6 detik dan wanita dalam 743 detik, di mana perbedaan itu secara statistik tidak signifikan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah membandingkan keterangsangan seksual antara pria dan wanita, tidak ditemukan ada perbedaan waktu yang dibutuhkan pria dan wanita muda yang sehat untuk mencapai puncak keterangsangan.

Hasil penelitian di atas tentu saja menarik sebab selama ini kita sudah begitu terbiasa berasumsi bahwa pria selalu lebih cepat terangsang, berbeda dengan wanita. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa wanita dapat sama cepat panasnya dengan pria, secara harfiah paling tidak. Sayang sekali saya tidak berhasil memperoleh artikel asli penelitian tersebut karena saya masih penasaran dengan dasar pemilihan metode pencitraan termal untuk mengukur keterangsangan seksual. Mengingat siklus respons seksual pada wanita yang cenderung lebih variatif dibanding pria, tidak aneh memang kalau ada wanita yang terangsang sama cepat dengan pria. Saya kira penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyibak mengapa sebagian wanita lambat panas dan yang lain bak oven gelombang mikro.

Sumber:
sciencedaily.com

Published in: on 14 April 2009 at 3:19 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://vitasexualis.wordpress.com/2009/04/14/wanita-lambat-panas-nanti-dulu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: